RS Rahasiakan Hasil Observasi Polisi yang Coret Mapolres Luwu Sarang Korupsi-Pungli
Merdeka.com - Tim dokter jiwa Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar telah melakukan observasi kejiwaan anggota Kepolisian Resor Luwu, Aipda HR. RSKD Dadi Makassar akan menyerahkan hasil observasi kejiwaan Aipda HR ke polisi.
Direktur RSKD Dadi Makassar, Arman Bausat membenarkan observasi kejiwaan Aipda HR sudah selesai dilakukan. Hanya saja, Arman enggan mengungkapkan hasil observasi kejiwaan.
"Itu rahasia, tidak bisa kita buka. Jadi harus pihak yang meminta (observasi) yang bisa kami berikan," ujarnya kepada merdeka.com, Selasa (25/10).
Dia menegaskan ada etik dokter sehingga pihaknya tidak bisa mengungkapkan hasil observasi kejiwaan Aipda HR. Mantan Pelaksana tugas (Plt) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel ini menegaskan pihak yang meminta observasi berhak menyampaikan ke media.
"Nanti meminta yang akan memberikan informasi kepada media, karena kami ada aturan etik," tegasnya.
Arman mengaku hasil observasi akan diberikan kepada kepolisian. Apalagi, Aipda HR menjalani perawatan kejiwaan di RSKD Dadi Makassar berdasarkan perintah Polda Sulsel.
"Kalau Polda meminta akan kami kirimkan," ucapnya.
Terpisah, Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengaku pihaknya belum menerima hasil observasi kejiwaan Aipda HR dari RSKD Dadi Makassar. Ia menyebutkan berdasarkan keterangan dokter jiwa yang merawat Aipda HR, observasi membutuhkan waktu dua minggu.
"Masih observasi, belum keluar. Sampai saat ini dari dokter masih observasi dan butuh waktu sampai 14 hari atau 2 minggu," ujarnya.
Mantan Kapolda Sulawesi Utara ini mengaku baru menerima hasil investigasi Paminal Propam terkait cuitan Aipda HR tentang adanya pungli pengurusan SIM di Polres Luwu. Nana mengaku apa yang disampaikan Aipda HR soal pungli tidak benar adanya.
"Propam hasilnya tidak ada anggota yang melakukan (pungli pengurusan SIM)," ungkapnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya