Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rozi akui diminta Luthfi telepon Elda untuk siapkan data impor

Rozi akui diminta Luthfi telepon Elda untuk siapkan data impor Luthfi Hasan Ishaaq. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Achmad Rozi, penasehat hukum Ahmad Fathanah, tersangka kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi dan pencucian uang, mengaku pernah diminta mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq buat menyiapkan berkas soal kebutuhan impor daging.

Rozi mengaku diminta menghubungi mantan Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia, Elda Devianne Adiningrat untuk menyiapkan berkas impor daging tersebut.

"Saya diminta hubungi Elda. Oleh pak Luthfi diminta sampaikan ke Elda agar siapkan data-data kebutuhan impor daging terbaru," kata Rozi di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/5).

Lantas, Rozi mengaku menghubungi Elda pada 29 Januari. Bertepatan dengan penangkapan kliennya, Fathanah, dan Maharany Suciyono di Hotel Le Meridien.

Namun, Rozi mengatakan dia menelpon Elda pada sore hari. Saat itu Fathanah belum menerima uang Rp 1 miliar, diduga sebagai suap, dari PT Indoguna Utama. Padahal, dalam fakta persidangan dan berkas dakwaan terdakwa Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi, Fathanah menerima duit itu pada 29 Januari, sekitar pukul 17.00 WIB.

"Setahu saya sore. Setahu saya saat itu Fathanah belum terima uang," ujar Rozi.

Kepada wartawan, Rozi pun mengaku menerima Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang sempat dicuri Fathanah usai diperiksa.

"Saya dikasih berkas banyak. Ada berita acara sita dan lain-lain. Waktu dikasih sama dia (Fathanah). Saya tidak periksa lagi. Dia hanya bilang, 'Ini untuk dipelajari," lanjut Rozi yang juga ingin menjenguk Fathanah. (mdk/mtf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP