Romy kritik pejabat yang jemput Samadikun di Halim
Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR M Romahurmuziy mengapresiasi pemerintah atas tertangkapnya buronan terpidana korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia(BLBI) pada Bank Modern Samadikun Hartono (SH) di Shanghai, China.
Menurutnya, ini merupakan sebuah prestasi bagi pemerintah karena Samadikun telah buron selama 13 tahun.
"Yang penting bahwa kita memberikan apresiasi penangkapan Samadikun di satu sisi ini prestasi Pemerintah yang sudah lama diharapkan bisa ditangkap tapi baru sekarang itu harus diapresiasi tinggi," katanya usai menjadi speaker di International Conference of Asian Political Parties (ICAPP) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (23/4).
Namun demikian, pria yang akrab disapa Romy ini mengkritik sikap para pejabat yang beramai-ramai menjemput Samadikun ke Bandara Halim Perdana Kusuma Rabu (21/4) malam lalu. Dia mengatakan, sebagai buron mestinya diperlakukan seperti biasa layaknya buronan pada umumnya.
"Mungkin harus diberikan catatan mungkin tidak perlu lagi pejabat beramai-ramai untuk menjemput sebagai orang yang buron diperlakukan biasa saja sama seperti buron yang lain," tegasnya.
Terkait hukuman Samadikun, Romy menambahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus menghitung kembali kerugian negara yang mesti dibayar oleh terpidana tersebut.
"Semua hukuman itu biasanya di thread dengan audit. Jadi yang terkait dengan finansial pada umumnya harus ada penyesuaian sehingga ada baiknya BPK menghitung kembali kerugian negara yang mesti dibayar oleh Samadikun karena ada values time money nya," tandasnya.
(mdk/hrs)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya