Rizieq tanggapi Kapolda Jabar: Yang tidak kooperatif siapa?
Merdeka.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab membantah tudingan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan yang menyebutnya tidak kooperatif saat menjalani pemeriksaan terkait dugaan penghinaan terhadap pancasila. Rizieq menegaskan telah memberikan keterangan yang jelas saat diperiksa penyidik.
"Kapolda Jabar mengatakan saya tidak kooperatif. Mestinya, dia menjelaskan tidak kooperatifnya dimana," kata Rizieq usai bertemu Panja Penegakkan Hukum Komisi III di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1).
Rizieq mengklaim tidak dapat memenuhi panggilan pertama karena sakit setelah melakukan kunjungan ke sejumlah daerah. Melalui kuasa hukumnya, Rizieq mengaku telah menyampaikan surat keterangan dari dokter kepada penyidik sekaligus berjanji akan memenuhi panggilan kedua.
"Waktu panggilan pertama kenapa saya tidak datang? Saya sakit dan saya kirim pengacara ke Polda Jabar membawa surat dokter dan menyampaikan ke penyidik bahwa saya tidak bisa datang. Insya Allah panggilan kedua datang. Apa itu tidak kooperatif? Apa itu melanggar undang-undang?" tegasnya.
Usai pemeriksaan, kata Rizieq, penyidik malah berterima kasih kepadanya karena telah hadir memenuhi undangan pemeriksaan. Proses pemeriksaan juga berjalan lancar dan tertib.
"Kedua, pada saat kami diperiksa oleh penyidik. Para penyidik di akhir pemeriksaan apa yang dia katakan? Dia mengucapkan terima kasih habib sudah datang dengan baik, semua pertanyaan sudah dijawab, dan tugas kami juga sudah selesai," terangnya.
Dia menambahkan, penyidik juga meminta tolong agar menyampaikan kepada pendukungnya bahwa dirinya diperiksa dengan baik. Rizieq memenuhi janjinya untuk menyampaikan permintaan penyidik kepada umat muslim yang memadati bagian depan Mapolda Jawa Barat.
"Dan penyidik juga minta tolong, 'habib nanti kalau di depan ada pendukungnya, sampaikan kalau habib diperiksa dengan baik dan habib sudah menjalankan pemeriksaan dengan baik'. Saya sudah sampaikan, tidak kooperatifnya dimana?," klaim Rizieq.
Tidak terima dituding tidak kooperatif, Rizieq balik menyerang Kapolda Jabar. Rizieq menilai Anton sengaja mengerahkan massa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) untuk menyerang dan menganiaya ulama dan umat Islam yang hadir. Oleh karenanya, dia berharap agar Kapolda Jabar dicopot dari jabatannya.
"Justru Kapolda Jabar, selaku pembina gerombolan preman GMBI dengan sengaja mengerahkan para preman untuk menyerang umat Islam, dan fakta nya mereka serang. Serang ulama, dan mereka serang kiai. Yang tidak kooperatif siapa?," tutupnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya