Rizieq soal aksi 112: Jangan dimaknai makar, demi Allah cinta NKRI
Merdeka.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, hadir dalam aksi bela Islam 112 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam orasinya, dia menegaskan bahwa massa aksi ini bukan merupakan aksi makar.
Rizieq juga meminta para pimpinan negara tidak menganggap aksi dilakukan massa umat Islam tidak mencerminkan cinta negara. Sebab, dia meyakini ini merupakan kegiatan cinta dan menjunjung Bhineka Tunggal Ika.
"Para pemimpin di republik ini, jangan dimaknai aksi ini sebagai makar, anti NKRI, anti Pancasila, anti Bhineka Tunggal Ika. Demi Allah kami cinta NKRI. Kami menjunjung Bhineka Tunggal Ika, cinta kemajemukan, kami bukan musuh negeri ini," kata Rizieq, Sabtu (11/2).
Aksi 112, kata Rizieq, bukan kegiatan pertama digelar para umat Islam. Berawal dari desakan proses hukum kepada Basuki T Purnama (Ahok), terdakwa kasus penistaan agama, aksi semacam ini sudah beberapa kali digelar.
Adapun aksi 2 Desember atau 212, tahun lalu dianggap sebagai wujud kemajemukan. Apalagi Presiden Joko Widodo bersama para jajaran menteri, Panglima TNI Gatot Nurmantyo hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian, sampai ikut aksi dengan bergabung salat Jumat bersama.
"Itu harus dimaknai aksi Bhineka Tunggal Ika sesungguhnya. Kalau tidak dianggap Bhineka Tunggal Ika, kita bertanya aksi yang mana?" ungkapnya.
"Kami berikan masukan kepada pemimpin, umat Islam sudah menunjukkan kebhinekaannya," terangnya.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya