Ritual umat Hindu di Makassar jelang Hari Raya Nyepi
Merdeka.com - Ribuan umat Hindu yang ada di Makassar dan juga datang dari kabupaten-kabupaten tetangga seperti Maros, Gowa dan Takalar mengikuti upacara melasti di Pantai Akkarena, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Minggu, (6/3), sejak pukul 10.30 Wita.
Upacara pensucian diri ini untuk menyambut hari raya Nyepi, 9 Maret mendatang ini dipimpin Ida Pandita Dharma Yadnya Samyogi dibantu enam orang Pinandita. Empat tenda besar bantuan dari Kodam VII/Wirabuana terisi penuh oleh umat Hindu ini termasuk anak-anaknya yang tergabung dalam Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) se Sulsel. Suasana berlangsung khidmad, umat Hindu terlihat khusyu' mengikuti kidung doa pandita diiringi gending-gending khas Bali.
Upacara ini dikawal 23 pecalang. Sesekali mereka mengitari umat yang sementara ibadah, mendengarkan doa-doa pandita itu untuk memastikan semua hal terkait ibadah ini bisa berlangsung aman.
I Nyoman Suparta, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar menyebut, tercatat ada 2.500 orang umat Hindu yang hadir. Rata-rata mereka adalah warga pendatang karena sementara bertugas di Makassar.
Kata Suparta, setelah prosesi pensucian diri ini, umat Hindu akan melakukan catur tapa brata yakni amati geni atau tidak melakukan kegiatan yang berhubungan dengan api termasuk mematikan api amarah. Saat sementara amati geni ini, umat Hindu puasa selama 24 jam. Lalu amati karyo atau tidak bekerja, menyusul amati lelungan atau tidak bepergian, tidak keluar rumah kemudian amati lelanguan atau tidak menikmati hiburan termasuk tidak menonton TV.
"Catur tapa brata ini dilakukan tanggal 9 Maret nanti," kata I Nyoman Suparta.
Upacara melasti ini, kata Suparta, sengaja digelar di Pantai Akkarena karena kotoran alam akan dihanyutkan dengan menggunakan air kehidupan. Nyepi tahun ini, tambahnya, sedikit istimewa karena akan berbarengan dengan peristiwa gerhana matahari yang nanti akan membuat alam benar-benar gelap.
"Sumbu bumi dan matahari bertemu membuat alam ini gelap dan itu adalah saat yang paling baik turunnya dewa maha siwa, penguasa segalanya memberikan penebusan, memberikan petunjuk bagi pejagre atau umat hindu yang berjaga selama 24 jam, tidak makan dan tidak menum, tidak tidur, yang sementara jalankan catur tapa brata untuk membersihkan diri," jelas I Nyoman Suparta. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya