Risma minta bantuan warga Surabaya tutup Dolly
Merdeka.com - Lagi-lagi, Wali Kota Surabaya, Jawa Timur melontarkan isu mundur dari jabatannya hari ini (27/2). Namun, lagi-lagi pula, dia bungkam seribu bahasa terkait kabar tersebut.
Sekitar pukul 12.00 WIB tadi, di hadapan ibu-ibu pengajian yang menggelar aksi dukungan di Balai Kota Surabaya, Risma mengatakan akan mundur dari jabatannya.
Dan saat menghadiri acara sosialisasi penutupan lokalisasi Gang Dolly dan Jarak di Polrestabes Surabaya, sekitar pukul 13.00 WIB, wali kota kelahiran Kediri itu bungkam.
Dia tidak mau mengatakan apapun terkait ucapannya siang tadi. Bahkan dia lari menghindari sejumlah wartawan menuju mobilnya yang terparkir di depan Gedung Bhara Wira Sasana Polrestabes Surabaya.
Yang menjadi pertanyaannya sekarang, jika dia benar-benar mundur dari jabatannya per hari ini juga, kenapa di hadapan Kapolrestabes Surabaya dan seluruh jajaran Muspika Kota Surabaya dia mengajak untuk bahu-membahu membangun Kota Surabaya bebas dari prostitusi.
"Saya diberi amanah untuk menjaga ini (menyelamatkan generasi muda dari prostitusi). Ini adalah tanggung jawab saya, tanggung jawab kita semua. Untuk itu saya mengajak semua untuk ikut membantu menutup Gang Dolly," kata Risma dalam sambutannya.
Bahkan, soal penutupan Gang Dolly dan Jarak, Risma menargetkan sebelum Bulan Ramadhan tahun ini, dua lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu harus segera diluluhlantahkan.
"Ini demi generasi muda, demi anak-anak kita. Saya diberi tanggung jawab itu. Dari berbagai kasus trafficking, rata-rata pelaku adalah dari lokalisasi. Ini yang menjadi tanggung jawab kita semua untuk menyelesaikannya," tandas dia.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo yang juga dikonfirmasi terkait kebenaran mundurnya Risma dari jabatan, juga mengaku tidak tahu-menahu. "Saya tidak tahu," katanya singkat sambil berlalu.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya