Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Risma klaim kurangi 300 ribu ton sampah per hari di Surabaya

Risma klaim kurangi 300 ribu ton sampah per hari di Surabaya Tri Rismaharini. ©2017 merdeka.com/mohammad taufik

Merdeka.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengklaim pihaknya telah mengurangi 300 ribu ton sampah per hari. Hal itu disampaikan Risma di acara Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Taman Surabaya, Kecamatan Bulak.

"Saat ini kita punya 28 ribu lebih kader lingkungan dan 500 fasilitator penggerak, yang mendorong dan memotivasi warga, sehingga dari kampung bisa mengurangi 300 ton sampah dalam sehari," kata Risma dalam sambutannya, Selasa (28/2).

Acara itu dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Tak hanya sampah di kampung-kampung, kata Risma, pihaknya juga sudah bisa mengatasi sampah yang ada di pasar-pasar. Kesuksesan Kota Surabaya mengatasi masalah sampah diapresiasi Gubernur Soekarwo. Dia juga mewacanakan pembangunan Pusat Pengelolaan Limbah Industri-Bahan Berbahaya dan Beracun (PPLI-B3) di tahun ini. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 57 hektar milik Perhutani di Desa Cendoro, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto.

"Sampah tidak jadi sampah, jadi bahan produktif sampah (dengan) permasalahan kompleks. Namun Surabaya berhasil mengatasinya," puji Soekarwo.

Sementara Wapres JK mengajak masyarakat untuk menjadikan sampah sebagai 'kawan' yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis seperti yang telah dilakukan warga Kota Surabaya. Seperti misalnya mendaur ulang limbah plastik menjadi kostum unik yang dikenakan para pelajar untuk menyambut kedatangannya.

"Walau (kostum daur ulang) sulit dipakai sehari-hari, tapi bolehlah untuk menari-nari. Itu cara menjadikan sampah sebagai 'kawan'. Kita tidak mungkin menghilangkan sampah 100 persen, tapi kita bisa mengaturnya. Sampah bisa menjadi kawan kalau bisa mengaturnya dengan baik," sambungnya.

JK juga berharap, bank-bank sampah akan terus bermunculan sebagai upaya mengatasi limbah dari sampah rumah tangga. "Ibu-ibu rumah tangga mungkin sadar, sampah rumah tangga bagian dari rumah tangga. Sehingga banyak membuat bank-bank sampah sebagai upaya menjadikan sampah sebagai kawan," tandasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP