Rifai bunuh Metha cuma karena ditantang oleh kekasihnya, Yuliana
Merdeka.com - Motif pembunuhan Metha Novita Handayani (38) warga Perum Permata Bukit Delima B-9, Ngaliyan, Semarang terungkap. Kedua pelaku yang merupakan sepasang kekasih, Rifai dan Yuliana Anggraini merasa sakit hati karena pernah ditegur oleh korban.
Metha dibekap dan ditusuk Rifai, warga Mangkang Wetan Semarang pada Kamis (1/3). Dia juga sempat menampar serta mencekik anak Metha karena menangis mengetahui ibunya dibunuh. Rifai beraksi ditemani Yuliana dengan naik sepeda motor H 2560 BY.
Di hadapan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, Rifai mengaku membunuh Metha karena disuruh Yuliana.
"Dia bilang, kamu berani gak ngerjain ibu Metha. Soalnya waktu kerja disana sering dimaki-maki," jelasnya dalam ungkap kasus di Mapolrestabes Semarang, Senin (5/3). Yuliana pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga di tempat Metha selama dua bulan.
Merasa ditantang kekasih yang sudah dilamarnya tersebut, Rifai langsung mengiyakan. Dia sempat mengajak seorang temannya untuk beraksi. Namun karena temannya tidak berani, dia pun menuju rumah Metha bersama Yuliana. Berdalih minta minum, Rifai mengikuti Metha dari belakang dan langsung membekap serta menusuk sebanyak empat kali.
"Saya tidak berniat melukai anak bu Metha, namun karena menangis saya takut saya cekik dan tampar agar diam," paparnya. Perbuatan tersebut diketahui tetangga Metha hingga dia pun menyusul Yuliana yang telah melarikan diri duluan.
Karena ketakutan, kedua sejoli yang merencanakan nikah setelah Lebaran tahun ini memilih bersembunyi di gubuk yang ada di tambak. Setelah sehari, karena kelaparan, mereka mencari ojek di Stasiun Poncol dan minta diantar ke daerah Banyumanik. Dalam perjalanan, ada warga yang mengenali wajah Rifai dan Yuliana sehingga melapor ke polisi dan mereka pun ditangkap pada Sabtu (3/3).
Rifai mengatakan menyesal atas perbuatannya hingga membuat Metha tewas. "Saya khilaf karena cinta dengan Yuliana. Saat diminta mengerjai bu Metha langsung mau, apalagi saya pernah diejek bu Metha dan Yuliana dilarang pacaran dengan saya karena hitam, pengangguran," ucapnya.
Sementara Abiyoso mengungkapkan pembunuhan tersebut direncanakan Yuliana dan Rifai satu hari sebelum kejadian.
"Bisa dibilang si perempuan ini adalah otak pembunuhan karena dia yang menyuruh. Mereka sempat mengitari rumah korban dua kali, setelah dirasa sepi mereka masuk dan beraksi dengan pisau dapur," paparnya. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana sub Pasal 338 KUHP.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya