Ridwan Kamil Sebut Tol Cipali KM 122 Ambles Karena Pergerakan Tanah
Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan musim hujan dengan cuaca ekstrem selalu berujung pada tingginya potensi banjir dan longsor. Selain itu, ada potensi pergerakan tanah seperti yang terjadi di lajur Tol Cipali KM 122.
“Longsor itu bisa bukit luruh ke bawah seperti (bencana longsor) di Sumedang, atau karena air pergerakan tanah yang menimpa (di ruas jalan tol) Cipali. Saya kira tinggal diperbaiki saja,” kata dia.
Ridwan Kamil berharap proses perbaikan ruas jalan tol Cipali trsebut cepat rampung sehingga tidak menimbulkan kepadatan lalu lintas.
“Cipularang juga, inget enggak ya, tahun tahun terdahulu kan ada pergerakan sampai terjadi perubahan. Mudah mudahan bisa secepatnya bisa pulih sehingga tidak mengganggu arah yang ditutup, sehingga harus Contraflow," ujar Emil, sapaan Ridwan Kamil.
Cuaca Ekstrem Karena La Nina
Dia juga menyebut fenomena alam La Nina mempengaruhi cuaca ekstrem berupa tingginya curah hujan. Selama sepekan terakhir, wilayah yang terdampak adalah Jawa Tengah, Jawa Barat di bagian Utara dan DKI Jakarta. Dia memprediksi cuaca ekstrem ini bisa berlangsung hingga pertengahan Februari, bahkan akhir Februari.
“La nina itu mempergaruhi perubahan iklim di Indonesia sehingga ada curah hujan yang sangat besar dan ekstrem. Ini yang mendampaki selama seminggu ini terjadi volume air hujan yang luar biasa di Jawa Tengah, Utara Jawa Barat dan DKI Jakarta,” kata dia.
“Kalau Bandung Raya kan tidak terdengar ya, menurut BMKG hujan (di Bandung Raya) baru Maret (atau) April. Nah kalau yang Pantura itu sekarang,” terang dia.
Meski demikian, dia mengklaim segala macam tindakan untuk menangani bencana alam sudah dilakukan, seperti evakuasi, menyiapkan tempat pengungsian dan lainnya.
Beberapa proyek infrastruktur pun sebagian sudah berjalan sebagai upaya antisipasi. Salah satunya, bendungan Sadawarna di Subang sudah berjalan 50 persen. Kemudian ada bendungan Cipunegara dan Bendungan Cibeet ini masih berproses.
“Ada sekitar 12 pekerjaan yang berhubungan dengan banjir sedang berproses. Salah satu yang sudah selesai, walaupun bukan di Pantura adalah penyodetan Cisangkuy, anak sungai yang ke Citarum. Ini mungkin dalam waktu dua minggu akan kita resmikan bersama Pak Menteri,” kata dia.
“Upaya-upayanya sudah. Hanya ada yang sedang berproses ada yang belum. Saya kira itu secara umum. Saya minta kita siaga I kepada kabupaten Kota yang sedang mendapat musibah,” terang dia.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya