Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ridwan Kamil Sebut PPKM Geliatkan Ekonomi dan Turunkan Kasus Covid-19 Mingguan

Ridwan Kamil Sebut PPKM Geliatkan Ekonomi dan Turunkan Kasus Covid-19 Mingguan Laju inflasi melambat akibat Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak signifikan dalam mengurangi kasus Covid-19 dan meningkatkan geliat perekonomian. Pada pekan ini pun pertama kalinya tidak ada zona merah di level kabupaten kota.

"Update di minggu ini, pertama kalinya dalam setahun ini tidak ada zona merah," ucap dia di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (3/3).

Pola PPKM Mikro yang diberlakukan mengganti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diklaim Ridwan Kamil berhasil menurunkan kasus Covid-19 aktif mingguan sebesar 60 persen.

Maka dari itu, pola ini akan terus dilakukan di level terkecil lingkungan masyarakat sebagai bagian dari adaptasi kebiasaan baru dalam menangani pandemi Covid-19.

"Kami berkesimpulan PPKM ini berhasil, kami ingin mengupayakan PPKM ini sebagai adaptasi baru karena mengelola kasus berbasis wilayah kecil, di mana dua minggu sebelumnya, kasus mingguannya 28 ribuan, kemarin 10 ribuan," terang dia.

Data kasus mingguan ini diambil dari akumulasi data harian dari lab secara langsung. Artinya, pria yang akrab disapa Emil ini tidak lagi mengacu pada data kasus yang dikeluarkan pemerintah pusat karena akurasinya masih terganggu dengan kasus lama.

Selain berpengaruh pada kasus mingguan, kebijakan PPKM ini, berdasarkan evaluasi yang dilakukan berdampak pula pada sektor perekonomian yang menaikkan tingkat jual beli sebesar 33 persen. Saat ini, tingkat kepatuhan penerapan protokol kesehatan akan ditingkatkan lagi hingga 85 persen.

"Jual beli, barang jasa selama dua minggu ini naik 33 persen, kasus turun 60 persen, zona merah sudah tidak ada, tingkat kematian 1,1 persen. 99 persen udah sembuh dan sedang tahap penyembuhan," kata dia.

"Kemudian juga saya laporkan kami sudah intensif untuk menyuntikkan vaksin tahap II, lansia dan profesi layanan publik, namun kami harus menyeleksi lagi. Karena 6 juta yang kami daftarkan, vaksin datang 1,2 juta," pungkasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP