Ridwan Kamil Nilai Sulit Jika Warga Akan Mencoblos Dites Covid-19
Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan alat tes Covid-19 tidak bisa menjangkau para pemilih sebelum pencoblosan. Maka dari itu, ia meminta masyarakat agar tidak berlama-lama saat berada di bilik suara.
Diketahui, proses pencoblosan Pilkada di Jawa Barat berlangsung pada Rabu (9/12) besok. Delapan daerah di Jawa Barat yang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah adalah Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran dan Kota Depok.
Dari delapan daerah yang menyelenggarakan Pilkada itu, total ada sekitar 32.305 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sedangkan jumlah pemilih mencapai 11.632.816 orang. Setiap TPS akan ada sekitar 350 pemilih. Pencoblosan dimulai pukul 07.00 WIB sampai 13.00 WIB.
"Saya sampaikan itu tidak mungkin. Idealnya semua yang akan nyoblos dicek (Covid-19), tapi kan kapasitas tidak memungkinkan. Maka yang kita lakukan adalah pengetesannya terhadap petugas," kata dia saat konferensi pers di Makodam III Siliwangi, Senin (7/12).
"(pencoblos) Jangan lama-lama melakukan proses di TPS," kata dia lagi.
Beberapa persiapan sudah dilakukan untuk mencegah adanya klaster saat Pilkada berlangsung. Selain pengetesan kepada petugas dan simulasi, proses penghitungan suara pun memanfaatkan teknologi digital.
"(penyelenggaraan Pilkada di daerah) Jawa Barat sudah saya perintahkan melakukan e-rekap. Kalau dulu manual ngitungnya, sekarang digital. Kan nyoblos kita belum boleh (menggunakan digital) tapi kalau merekap digital saya kira nggak ada masalah," terang Ridwan Kamil.
"Itu untuk mempercepat supaya orang tidak berlama-lama di satu titik. Antisipasi itu sudah kita lakukan, simulasi sudah kita lakukan, tinggal dengan kedisiplinan saja, selama kita kunci lubang pernapasan kita ini oleh masker, harusnya sih tidak ada peningkatan ya," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya