Ridwan Kamil Nilai Indikator Pandemi Covid-19 jadi Endemi Sudah Terlihat
Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengklaim kasus Covid-19 di wilayahnya sudah menurun. Lebih jauh dari itu, dia memprediksi pandemi yang terjadi segera beralih menjadi endemi.
Dari catatannya, kasus harian sudah berada di angka 3.000 setelah sempat menembus belasan ribu kasus. Sejauh ini, total keterisian rumah sakit sudah terkendali, berada di angka 30 persen.
“Feeling kita, kalau perhitungan matematis, itu tren turun kita akan sangat baik. Sehingga, yang penting warga titip prokesnya saja,” kata dia, Selasa (1/3).
Ia pun menyebut bahwa pandemi Covid-19 akan beralih menjadi endemi. Beberapa indikator sudah terlihat, dari sisi fatalitas sudah tidak separah saat pertama terjadi, apalagi tingkat vaksinasi sudah tinggi. Endemi berarti virus tidak akan hilang namun kepanikan tidak perlu terjadi.
“Endemi artinya penyakit tidak hilang, tapi orang tidak perlu lagi panik seperti pandemi. Seperti kalau anda semua kena kayak flu kan tinggal makan obat, istirahat, dua tiga hari sembuh. Nah Covid nanti akan begitu, karena omicron tingkat fatalitasnya hanya dua kali lipat dari flu. Kalau delta 13 kali lipat, makanya yang fatal meninggal banyak,” ucap dia.
“Sekarang dua tiga hari record kita menyatakan banya sembuh. 96 persen dirawat di rumah, 3-4 hari sembuh. Itu lah fase endemi, artinya tinggal momen proklamasinya kapan. Kalau sudah proklamasi kita tidak usah pakai masker lagi berarti Covid sudah sama kayak flu. Tidak hilang tapi jadi penyakit yang tidak bikin panik dan tidak fatal,” ia melanjutkan.
Meski demikian, karena status endemi belum resmi, dia tetap menjaga koordinasi dengan pemerintah pusat dalam penanganan pandemi Covid-19.
“Kita rapat rutin. Cuma urusan Covid-19 kita satu komando. Apapun stagment pusat pasti akan kita tindaklanjuti,” pungkasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya