Ridwan Kamil minta Jokowi pikir baik-baik jika naikkan BBM
Merdeka.com - Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah hingga kini masih tarik ulur. Namun diisyaratkan BBM bersubsidi akan naik sebelum akhir tahun 2014.
Menanggapi itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat untuk mematangkan kompensasi bagi warga yang akan terdampak langsung dengan kenaikan harga BBM. Pria lulusan University of California Berkeley ini mengerti mengapa pemerintah harus menaikan harga BBM. Tapi bukan serta merta juga mengabaikan mereka yang terdampak rawan dari segi ekonomi.
"Jadi harus ada upaya untuk meringankan beban yang terdampak langsung khususnya bagi mereka yang punya rawan dari sisi ekonomi," kata pria yang akrab disapa Emil ini, di Bandung, Sabtu (15/11).
Menurut Emil, kenaikan BBM subsidi ini memiliki dua perspektif. Jika dilihat dari sudut pemerintah dengan dikurangkan beban subsidi untuk BBM, maka akan menambah biaya untuk pembangunan dan percepatan pertumbuhan.
"Dengan subsidi dikurangi biaya buat pembangunan jembatan dan lain-lain bisa banyak peluang," terangnya.
"Tapi kadang warga mah enggak mau tahu. Bahwa dengan kenaikan BBM identik hidup lebih susah. Biaya naik. Saya mencoba memahami latar belakang naik BBM. Tapi ya saya minta tolong ke pusat untuk berupaya memberikan kompensasi mengurangi permasalahan yang timbul langsung dari kenaikan BBM itu," tambahnya.
Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi sendiri menjanjikan penyaluran kompensasi bervariatif. Seperti menyalurkan bantuan dalam bentuk uang elektronik atau melalui akun bank. Lainnya yang disiapkan adalah program Kartu Indonesia Pintar dan Sehat.
"Saya bisa memahami. Tapi saya mohon dibikin program matang dulu sebelum dinaikan. Dipertimbangkan masak-masak masalah timing-nya," tandas pria berkaca mata ini. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya