Ridwan Kamil: Jabar Minta 15 juta Dosis per Bulan Belum Terpenuhi Pusat
Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan pemenuhan vaksinasi bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) hingga warga penyandang disabilitas. Meski begitu, keinginannya mendapat suplai 15 juta dosis dari pemerintah pusat belum dipenuhi.
Sejauh ini, capaian vaksinasi di Jawa Barat sudah mencapai 200 ribu suntikan per hari. Targetnya untuk mencapai 400 ribu suntikan per hari pada akhir Agustus sangat bergantung pada suplai dari pemerintah pusat.
Saat ini, banyak wilayah di daerah di Jabar yang kehabisan stok vaksin seiring percepatan yang dilakukan. Apalagi, ada perluasan sasaran vaksinasi seperti ibu hamil ODGJ, termasuk penyandang disabilitas.
"Nah, vaksinasi juga kita sudah rata-rata melewati 200 ribu, kami meminta 15 juta dosis per bulan belum terpenuhi. Sehingga banyak aspirasi kosongnya vaksin yang harus kita sampaikan ke pusat," kata dia, Jumat (27/8).
"Komitmen dari pusat belum clear, ini memang akan terus kita upayakan. Intinya, kalau target tercapai 400 ribu per hari, insya allah Desember semua target (herd Immunity). Kalau belum kita akan evaluasi perbaiki di mana yang rata-rata kurang," ia melanjutkan.
Khusus percepatan vaksinasi Covid-19 untuk penyandang disabilitas di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut menggandeng banyak pihak, di antaranya organisasi ikatan alumni universitas yang ada di Jawa Barat.
Salah satunya adalah Ikatan Alumni (IKA) Unpad yang segera menggelar vaksinasi Covid-19 untuk lima ribu lebih penyandang disabilitas di 13 kabupaten kota dimulai pada Sabtu (28/8).
Vaksin yang digunakan berasal dari bantuan Pemerintah Arab Saudi sebanyak 120 ribu dosis vaksin sinopharm melalui Stafsus Presiden Angkie Yudistia. Penyuntikan vaksin Covid-19 untuk penyandang disabilitas dimulai dari Agustus hingga Desember. Program ini rencananya dibuka Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Majid Al-Jabbar Gedebage dan diikuti serentak di sekolah luar biasa (SLB) di Jawa Barat.
"IKA Unpad bersama 13 kabupaten kota laksanakan vaksinasi serentak 5.580 vaksin untuk penyandang disabilitas. Kami bekerjasama dengan IKA ITB, IKA Unpar dan UI didukung Fakultas Kedokteran Unpad dan Difabel Centre Unpad" kata Ketua IKA Unpad, Irawati Hermawan.
"Kesulitannya beda dengan umum, tingkat gagal vaksinnya tinggi, pengalaman kita 30 persen gagal, ada yang khawatir, takut, ada juga karena masalah kesehatan seperti gula (diabetes)," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya