Ridwan Kamil curhat pemerintah pusat masih punya utang terkait KAA
Merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil curhat. Penyelenggaraan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 yang digelar April 2015 masih menyisakan hutang hingga miliaran rupiah. Emil, sapaan akrab, Ridwan pun menagih duit kepada panitia pusat yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan.
Emil ikut serta rapat dalam penyerapan anggaran Pemprov Jabar yang digelar di Kantor Bapeda Jabar, Jalan IR H Juanda (Dago) Bandung, Selasa (22/9). Turut hadir beberapa menteri kabinet kerja dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
"Untuk Pak Luhut, saya mau curhat soal KAA. Sekian persen masih belum dibayar," ujarnya.
Menurut Ridwan, menunggaknya dana pencairan KAA dikarenakan ada aturan yang berubah di perjalanannya.
Sebelum penyelenggaraan, KAA menurut Emil, pemerintah pusat menyiapkan dana talangan darurat yang bisa digunakan oleh Kota Bandung tanpa harus melalui sistem lelang. "Tapi setelah KAA ternyata peraturannya kembali ke konvensional," ucapnya.
Adapun hutang yang tercatat saat ini mencapai Rp 2 miliar. Hutang itu untuk membayar jasa event organizer (EO). "Kami masih utang ke kontraktor, EO, dan lain-lain. Ini curhat kami ke pemerintah pusat yang mohon diperhatikan," papar Menkopolhukam.
Luhut yang memimpin rapat tersebut meminta Emil tenang. "Tenang saja, what i promise, i promise and i deliver to you," tandas Luhut.
Pihaknya mengaku segera mengirimkan sisa dana penyelenggaraan KAA. Menurut dia, uang tersebut sudah dianggarkan di Kementerian Keuangan. "Sudah dibicarakan, tapi kan proses di negara kita tercinta ini memang panjang. Sudah ada di menteri keuangan," jawab Luhut. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya