Ridwan Kamil bentuk tim saber bereskan pungli di Bandung
Merdeka.com - Bandung resmi memiliki tim saber pungli. Tim itu dibentuk sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah pusat untuk bisa memberangus praktik KKN di berbagai lini.
Tim saber pungli yang dipimpin Wakapolrestabes Bandung, AKBP Gatot Sujono, dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, di Pendopo, Kota Bandung, Jumat (23/12). Tim ini dibentuk atas keputusan Wali Kota Bandung nomor 180/Kep.1360-Inspektorat/2016 Tentang Unit Satuan Tugas Pemberantasan Pungutan Liar Kota Bandung.
"Dilaksanakan atas arahan pemerintah pusat, sebelumnya kita ketahui provinsi sudah membuat, sekarang di tingkat kota," kata pria yang akrab disapa Emil ini.
Emil menekankan, dibentuknya saber pungli ini bisa membawa perbaikan sistem pelayanan publik yang bersih dan bebas dari pungli. Saat ini ada tujuh area yang akan terus dalam pantauan tim ini.
"Tim ini sesuai undang-undang ada enam sampai tujuh area yang dijadikan area untuk penegakan. Area pemerintahan, pelayanan, atau instansi vertikal di Bandung dan beberapa tugas di wilayah lainnya," ujarnya.
Dia menyatakan, setiap unit kerja modus pungli yang biasa dilakukan itu berbeda. Sehingga dia meminta pada tim yang bekerja bisa membuat panduan pemberantasan pungli yang memuat tentang modus-modus para oknum ini.
"Tim saber pungli agar lebih canggih saya minta dibuat sebuah buku kecil atau kajian modus pungli. Dimulai dari RT, RW, kelurahan, dan kecamatan modusnya gimana," ungkapnya.
"Kalau di-perizinan gimana, proyek lelang seperti apa. Modusnya selalu ada dan berbeda-beda," terang pria berkaca mata tersebut. Sebagai dorongan kinerja tim ini, pihaknya mengupayakan anggaran senilai Rp 3-4 miliar dari APBD Kota Bandung.
Dia juga menyatakan, agar tim ini tidak sungkan menindak praktik pungli dengan kasus kecil. Sebab jika kasus kecil diungkap itu akan membawa efek jera. Hasil pengungkapan itu juga harus terekspos media secara berkesinambungan agar memberikan pesan psikologis kepada seluruh pelaku pungli di tengah potensi pungli di Kota Bandung tergolong rawan.
"Bisa cara persuasif, represif, bisa juga cara rubah peraturan. Di Bandung, solusinya harus cerdas. Pesan psikologis ini penting. Bisa aja kecil, tapi dirutinkan agar memberikan efek psikologis. Walaupun ada kesempatan, jangan diniatkan," tandasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya