Ribut dengan Wanita Mengaku Anak Jenderal, Arteria Dahlan Minta Danpuspom Usut
Merdeka.com - Politikus PDIP yang juga anggota DPR, Arteria Dahlan, terlibat cekcok mulut dengan seorang wanita yang mengaku sebagai anak jenderal. Saat itu Arteria bersama ibunya.
Keributan bermula saat mereka di dalam pesawat yang baru saja mendarat dari Bali. Sempat bersambung di pos keamanan bandara, sampai akhirnya wanita itu terlihat dijemput mobil berpelat TNI AD.
Atas kejadian yang diterima, Arteria meminta Puspom AD untuk menyelidiki pengakuan dan ulah wanita tersebut.
"Saya minta tolong Danpuspom untuk menyelesaikan segera," katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (22/11).
Arteria mengaku tak menghubungi Kasad Jenderal Dudung Abdurachman setelah kejadian itu. Tetapi dia berharap orang-orang arogan seperti wanita tersebut dengan mengumbar jabatan tertentu tidak terulang lagi.
"Tolong ini dibenahin ada yang seperti ini. Waduh arogan sekali ngeri kita," tegas anggota Komisi III DPR ini.
Kronologi Keributan
Dalam video diunggah Wakil ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, peristiwa itu terjadi Minggu (12/11), di salah satu bandara. Wanita itu bicara dengan nada tinggi.
Arteria menceritakan peristiwa itu bermula saat penumpang akan keluar pesawat setibanya di Jakarta.
Arteria dan rombongan akan menurunkan bagasi kabin. Perempuan ngaku anak jenderal itu buru-buru dan merasa Arteria menghalangi jalan. Padahal, pintu pesawat belum juga terbuka.
"Dia itu di ekonomi sama dengan saya, tiba-tiba dia merasa terhambat mulai ngomel-ngomel pintu belum deket sudah bicara mana protokol," ujar Arteria ketika dihubungi, Senin (22/11).
Perempuan tersebut malah menendang tas milik Arteria. Sontak ibunda Arteria dan para penumpang terkejut dengan sikap perempuan tersebut.
"Karena dia merasa terhambat tas saya ditendang, ibu saya (bilang) kok begitu, penumpang belakang ngelihatnya sudah aneh," ujarnya.
Politikus PDIP itu kemudian menegur sikap perempuan tersebut. Tak terima dengan teguran tersebut, perempuan anak jenderal itu marah kepada Arteria.
"Istrinya ngelabrak saya ngomong macam-macam, sampai di lorong keluar bus sampai ke depan bagasi. Disaksikan publik itu. Semua penumpang," ujar Arteria.
Akhirnya Arteria meminta masalah ini dibawa ke kantor polisi. Saat menuju ke kantor polisi, perempuan tersebut meminta ajudannya untuk menghadapi Arteria.
"Dalam perjalanan dia nyuruh ajudannya pakai pakaian sipil untuk ngurus saya dalam artiannya yang gak beres untuk ngurus untuk nyerang atau apa, ini ngurus orangnya pas mau ini saya, saya juga gak mau ribut, saya dalam posisi santai gitu," jelasnya.
Arteria menceritakan, sang perempuan kerap kali melontarkan nada bernuansa ancaman dengan mengaku anak jenderal bintang.
"Lu cari dia siapa catet nomer mobilnya rumah dimana, sampai ketemu biar tahu siapa kita, lu tahu gak siapa gua," kata Arteria menirukan ucapan perempuan tersebut.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya