Ribut antar-narsum saat diskusi, siram teh hingga kepret wajah
Merdeka.com - Perselisihan atau keributan tidak hanya kerap terjadi di jalanan. Cekcok yang kadang berujung kekerasan juga beberapa kali antar-nara sumber dalam acara diskusi.
Tak peduli acara on air atau off air, para nara sumber tak sungkan ribut satu sama lain ketika terjadi perdebatan sengit. Ketegangan pun memuncak.
Misalnya saja pada diskusi hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Juni 2009 silam. Saat itu, cekcok terjadi antara Saiful Mujani, yang saat itu menjabat Direktur Eksekutif LSI dengan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Maruarar Sirait. Ketegangan memuncak saat keduanya masing-masing berdiri dari kursinya dan saling menatap.
Beruntung, perdebatan soal dugaan konspirasi lembaga survei dalam Pilpres 2009 itu tak berujung kekerasan. Peneliti LSI, Burhanuddin Muhtadi, langsung melerai kedua anak muda tersebut.
Ribu antar-nara sumber juga terjadi pada Desember 2009 silam di diskusi peluncuran buku 'Gurita Cikeas' yang dihelat di sebuah kafe bilangan Jakarta Selatan. Dalam diskusi off air itu, sosiolog George Junus Aditjondro mengepret politikus Ramadhan Pohan dengan sebendel kertas, setelah didahului perdebatan sengit.
Keributan itu pun berujung pada pelaporan Ramadhan atas dugaan tindakan kekerasan Aditjondro ke polisi. Namun, kasus itu pun menguap hingga kini.
Terbaru adalah insiden penyiraman secangkir teh oleh Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman terhadap sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tomagola dalam acara diskusi Apa Kabar Indonesia (AKI) Pagi di tvOne pagi tadi.
Setelah terjadi perdebatan sengit soal pembatasan jam operasi hiburan malam, Munarman tiba-tiba berdiri dan mengambil secangkir teh yang ada di depannya. Sejurus kemudian, teh itu sudah membasahi wajah dan tubuh Thamrin.
Anehnya, Munarman mengaku sama sekali tidak menyesal menyiram Thamrin. Menurut dia, siraman pantas didapat Thamrin yang kerap memotong pembicaraannya.
"Orang lagi ngomong juga ditunjuk-tunjuk, nggak sopan," tegas mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu.
Dengan santai, Munarman pun berkelakar dia tidak menyiram Thamrin, tapi hanya 'ngasih minum.'
"Saya lihat dia (Thamrin) pagi-pagi belum minum teh, haus, ya kita kasih minum. Karena jauh, ya jadinya begitu," kata Munarman santai.
Atas kejadian itu, Thamrin pun berencana melaporkan Munarman ke polisi. Namun, anak muda yang batal jadi caleg PPP ini mengaku tidak gentar sama sekali.
"Kenapa takut? Saya takut masuk neraka, saya tidak takut masuk penjara," tegas Munarman.
"Itu sudah mending, kalau George Junus Aditjondro dulu mukul pakai buku. Jadi itu (siram teh) sudah sopan," imbuhnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya