Ribut angkot vs ojek online, Polri imbau jangan mudah terpancing
Merdeka.com - Demo sopir angkot Kota Tangerang memprotes keberadaan ojek dan taksi online kemarin Rabu, (8/3) berakhir bentrok. Selain Tangerang, di Bandung hari ini Kamis (9/3), satu mobil Toyota Avanza dirusak massa sopir angkot yang hendak demo ke Gedung Sate.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan, polisi sudah menetapkan dua tersangka dari Tangerang dan satu tersangka dari Bandung. Tindak lanjut dari kasus ini, imbuh Rikwanto, sudah dilakukan upaya rekonsiliasi antara warga yang bertikai dan masyarakat setempat.
"Rekonsiliasi tidak hanya yang bertikai, tapi juga warga setempat, untuk sama-sama menciptakan kondisi yang kondusif," kata Rikwanto dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis, (9/3).
Rikwanto menyayangkan peristiwa yang terjadi di Tangerang dan Bandung. Patroli sudah dilakukan di titik lokasi terjadinya pertikaian.
"Sekarang di lapangan sudah aman, pihak kepolisian sudah melakukan patroli," jelasnya.
Kegiatan masyarakat di lokasi, tambah Rikwanto, sudah berjalan seperti biasa. Namun, Rikwanto juga mengimbau, warga tidak mudah terprovokasi dan mengkonfirmasi setiap informasi.
"Kita imbau agar bisa menjaga diri dan jangan terprovokasi," pungkasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya