Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ribuan warga salat Idul Adha di kampus Institut Teknologi Medan

Ribuan warga salat Idul Adha di kampus Institut Teknologi Medan Warga salat Idul Adha di halaman Institut Teknologi Medan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebagian warga Kota Medan dan wilayah lain di Sumatera Utara telah merayakan Idul Adha 1439 Hijriah. Pagi ini, Selasa (21/8), salat Id digelar di sejumlah tempat.

Halaman kampus Institut Teknologi Medan (ITM), Jalan Gedung Arca, menjadi salah satu lokasi salat Id. Lebih dari 1.200 jemaah dari Majelis Kajian Islam Kaffah, Lembaga Islam Multi Dimensi, Lembaga Dakwah Kampus ITM, dan warga sekitar melaksanakan ibadah dengan khusyuk di sana.

Musdar Syahban dipercaya sebagai khatib salat Id di kampus ITM. Dia mengajak jemaah meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan nasihat kepada penguasa.

Seusai salat, jemaah saling bersalaman. Namun penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di tempat lain.

warga salat idul adha di halaman institut teknologi medan

Penyelenggara salat Idul Adha di kampus ITM, Tommy Abdillah, mengatakan, salat Id juga telah digelar di beberapa tempat di wilayah lainnya di Indonesia. "Ini (jemaah) tentunya dari di wilayah Kota Medan sekitarnya. Ini sebagian kaum muslimin yang meyakini wukuf di Arafah kemarin, hari inilah 10 Dzulhijjah, maka hari inilah kaum muslimin melaksanakan ibadah salat Idul Adha, makanya mereka datang ke kampus ITM," ucap pria yang merupakan pengurus Majelis Kajian Islam Kaffah ini.

Tommy mengakui ibadah pada hari ini memang lebih cepat sehari dari yang ditetapkan pemerintah. Menurutnya hal itu terjadi karena adanya ikhtilaf para ulama yang menggunakan rukyatul hilal matlak atau secara lokal untuk menetapkan Hari Raya Idul Adha.

Tommy meyakini penetapan 10 Dzulhijjah bergantung pada otoritas di Makkah. "Ada dalil khusus dan ini yang kami ikuti yang juga diikuti sebagian besar kaum muslimin dan ulama di dunia yaitu sebuah hadist dari Imam Abu Daud dari Husain bin Al-Harits Al-Jadali. Hadist ini menjadi penunjuk bahwa ototitas yang menetapkan ibadah haji yang ada di Makkah Mukarramah. Itu terjadi dari masa lalu hingga hari ini," kata Tommy.

Begitupun, dia mengakui penetapan 10 Dzulhijjah ini masuk dalam ikhtilaf. "Kita menghargai dan menghormati pendapat sebagian kaum muslimin yang melaksanalan ibadah salat Id esok hari," imbuhnya.

Selain di Medan, hari ini salat Idul Adha juga digelar di sejumlah daerah lain di Sumut. Ibadah ini di antaranya dilaksanakan di Serdang Bedagai Binjai, Tebing Tinggi, dan Kota Padang Sidempuan.

Kemarin, jemaah Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah Al Jalaliyah juga telah melaksanakan ibadah itu di sejumlah lokasi, seperti di Bandar Tinggi, Simalungun. Tarekat ini mendasarkan penetapan 10 Dzulhijjah pada kalender hisab qamariyah.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP