Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ribuan warga lereng Merapi blokir jalan tolak penambangan pasir liar

Ribuan warga lereng Merapi blokir jalan tolak penambangan pasir liar Warga lereng Merapi tolak penambangan pasir. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ribuan warga lereng Merapi dari desa Hargobinangun, Purwobinangun, Girikerto dan Wonokerto melakukan aksi blokir jalan di pertigaan Candi, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Mereka demo di tempat biasa truk-truk penambang pasir melintas, Selasa (17/2).

Mereka menuntut penambangan pasir di pekarangan rumah warga ditutup. Mereka khawatir penambangan dengan alat berat tersebut bisa menyebabkan kekurangan air dan jalan yang merupakan jalur evakuasi rusak. Menurut salah seorang warga, Supraptono penambangan pasir di dekat rumah sudah parah. Meski sudah ada larangan dan tak memiliki izin lagi backhoe dan truk terus hilir mudik di Purwobinangun.

"Dulu di sungai, kemudian dilarang, malah pindah membeli lahan warga dan menambang di situ," katanya.

warga lereng merapi tolak penambangan pasir

Akibat penambangan liar tersebut lahan produktif menjadi tak bisa ditanami. "Bayangkan ada 500 lebih, tiap hari truk hilir-mudik, ada belasan backhoe. Rusak semua jadinya lahan," ungkapnya.

Tidak hanya kerusakan lingkungan, jalan yang dilalui truk pasir pun rusak parah, berlubang di sepanjang jalan. Ratusan truk lewat juga membuat warga sulit beraktivitas.

"Kita nyeberang jalan saja susah. Air pun juga sudah mulai berkurang. Musim hujan begini, volume sumur berkurang drastis," tandasnya.

warga lereng merapi tolak penambangan pasir

Pantauan merdeka.com, saat ini warga masih ramai di pertigaan dusun Candi. Mereka menuntut agar delapan belas backhoe yang ada di desa mereka turun sekarang juga. "Kami sudah lelah ditipu, karena itu kami minta backhoe turun sekarang juga," pungkasnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP