Ribuan umat kristen di Talaud gelar perjamuan kudus berlatar sunset
Merdeka.com - Sedikitnya 2.700 anggota jemaat Gereja Germita Imanuel Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara menggelar ibadah Jumat Agung dan Perjamuan Kudus di tepi pantai Tambioe saat jelang matahari terbenam, Jumat (3/4). Prosesi peringatan kematian Yesus Kristus yang berlangsung hikmat tersebut di mulai pukul 15.30 WITA saat senja dengan panorama warna sunset yang menawan hingga berakhir saat matahari terbenam.
Ribuan umat tersebut memenuhi pondok-pondok yang dibangun sebelumnya di kawasan pantai yang mereka namakan Kampung Paskah. Ibadah dan Perjamuan Kudus tersebut dipimpin oleh Pendeta Alexius Manakabo, yang dalam khutbahnya menekankan agar peringatan kematian Yesus di Kayu Salib bukan hanya dijadikan sebagai ritual gerejawi semata.
"Kita juga harus memaknai sebagai bentuk kesiapan diri umat dalam memahami penderitaan Kristus disalib yang telah menebus dosa manusia. Karena kadangkala dalam kehidupan umat Kristen masih terdapat kebiasaan-kebiasaan yang salah tentang Perjamuan Kudus," ujar Manakabo.
Sementara itu Ketua Jemaat Imanuel Beo yang juga sebagai Ketua DPRD Kabupaten Talaud Geroger Rompah menjelaskan bahwa tujuan digelarnya Perjamuan Kudus di alam bebas untuk mempererat kebersamaan dan kebesaran iman jemaat.
"Ini juga sebagai sebuah bentuk penghormatan kebesaran dan kemahakuasaan Tuhan yang sudah menciptakan alam yang indah dan mempesona, dan kami yakin Tuhan yang bebas dan berkuasa ada di segala situasi dan tempat," jelas Rompah.
Walau awalnya panitia sempat meragukan menggelar perjamuan di alam terbuka karena bisa saja sewaktu-waktu cuaca berubah atau ombak datang, namun semuanya tertepis dengan suksesnya ibadah tersebut. Pantai Tambioe sendiri pernah rusak diterjang badai pada Oktober 2013 silam, yang mengakibatkan jutaan kubik pasir lenyap dari lokasi tersebut karena dibawa ombak.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya