Ribuan Ogoh-ogoh raksasa berbagai bentuk diarak di Bali
Merdeka.com - Usai menggelar upacara di rumah masing-masing dengan memohon pembersihan dan ketenangan untuk melaksanakan Penyepin, warga di setiap desa di Bali menggelar arak-arakan boneka raksasa, disebut ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh itu dibawa oleh warga dari segala umur.
Jelang matahari terbenam, sejumlah pemuda sudah menempatkan ogoh-ogoh akan mengikuti parade keliling kota di pinggir jalan. Kemacetan jalan pun tak terasa penat, lantaran sepanjang jalan dihiasi pemandangan kreasi seni ogoh-ogoh para pemuda masing-masing banjar dan desa.
"Ini bagian dari hiburan dalam merayakan kemeriahan malam tahun baru caka. Kemeriahan itu diisi kegiatan hiburan para muda-mudi dengan mengarak ogoh-ogoh, sebagai simbol raksasa, yang punya kesempatan hanya hari ini saja hingga esok di saat hari sepi, agar tidak mengganggu umat," kata Mangku Widya di Denpasar, Selasa (8/3).
Pantauan di wilayah Kesiman, seluruh ogoh-ogoh sudah berada di perempatan kota menuju perbatasan. Pemandangan ini menjadi tontonan warga maupun turis asing. Ogoh-ogoh akan diarak sekitar pukul 20.00 WITA.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya