Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ribuan itik di Grobogan mati, diduga flu burung

Ribuan itik di Grobogan mati, diduga flu burung Itik menyebrang jalan raya. REUTERS

Merdeka.com - Diduga akibat terserang virus Avian Influenza (AI) ribuan ekor itik milik warga di Grobogan, Jateng mati mendadak. Khawatir virus AI semakin menyebar, warga kemudian secara swadaya membakar semua itik yang mati kemudian dikubur.

Kematian itik secara masal itu sudah terjadi dalam kurun waktu lima hari terakhir. Sekitar 3.000 ekor itik yang mati itu tersebar di tiga kecamatan Grobogan yaitu Kecamatan Godong, Ngaringan dan Pulokulon.

Bahkan dalam sehari, seratus itik yang dipelihara di dalam kandang warga Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, mati secara cepat.

Petugas Dinas Peternakan Grobogan kemudian turun ke lapangan untuk melakukan Rapid Test memastikan apakah kematian massal ini akibat H5N1 atau Flu Burung.

Nasikun, salah satu pemilik ternak itik kepada merdeka.com Kamis(21/12) mengatakan untuk mencegah semakin menyebarnya Virus Flu Burung, para peternak membakar dan menyemprotkan Disinfektan maupun air sabun ke seluruh kandang ayam.

"Kita sudah berupaya keras untuk melakukan pencegahan. Namun proses penyebaran dan penularan virus masih terus terjadi. Saat ini para peternak hanya bisa pasrah karena menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah," ujarnya.

Sampai berita ini ditulis, petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinas Peterikan) saat dikonfirmasi wartawan belum mau memberikan keterangan seputar terjadinya kematian massal itik yang baru-baru ini terjadi. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP