Ribuan botol vaksin palsu di pinggir Tol Meruya masih diteliti BPOM
Merdeka.com - Kepolisian masih menyelidiki ribuan botol diduga berisi vaksin palsu yang pekan kemarin ditemukan di pinggir Tol Meruya, Jakarta Barat. Ribuan botol itu kini tengah dibawa ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diteliti lebih mendalam.
"Tentunya kita kerjasama dengan BPOM dan Polres Jakbar kemarin sudah datang ke BPOM untuk melakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/7).
Pada Jumat (22/7) siang, dua dus vaksin di temukan ditemukan di kawasan bahu jalan Tol JORR W2, Kembangan, Jakarta Barat. Dalam dua dus tersebut ditemukan tiga jenis vaksin berbeda.
Kemudian pada Sabtu (23/7) siang, sebuah kantong plastik hitam ditemukan di kawasan yang sama. Dalam temuan itu, ribuan botol vaksin dan alat kesehatan diduga palsu ditemukan.
Kini, tiga jenis vaksin itu telah dibawa ke laboratorium BPOM untuk diteliti. Meski demikian, Awi mengungkapkan, hasil penelitian BPOM belum didapatkan apakah temuan ribuan botol vaksin itu palsu atau tidak.
"Hasilnya belum. Yang kami tahu intinya saat di cek, box vaksin itu berisikan 250 botol vaksin campak, 832 sachet vaksin hepatitis b recombinan, 1.200 botol pelarut vaksin campak kering 1200 botol dan 10 botol Vaksin TT, yang ditujukan ke RSPAD Gatot Subroto. Namun saat dikonfirmasi, mereka mengaku tak pernah mengorder jenis-jenis vaksin itu," kata Awi.
Awi menegaskan terkait pencantuman nama RSPAD, Direktur RSPAD langsung mengklarifikasi ke pihak kepolisian bahwa tidak pernah melakukan orderan terkait vaksin palsu tersebut.
"Akan hal itu, kami juga akan melakukan penyelidikan soal siapa kepemilikan vaksin tersebut dan sebenarnya ditujukan ke siapa," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya