RI Sudah Ada Sub Varian Delta, Menkes Yakin Bisa Lawan Varian AY.4.2
Merdeka.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin kembali memastikan bahwa varian AY.4.2 atau Delta plus asal Inggris belum terdeteksi di Indonesia. Namun, Indonesia sudah memiliki sub varian Delta AY.4, AY.23, dan AY.24.
"Terbanyak di Indonesia adalah anaknya atau sub variannya AY.23, dan AY.24," ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (15/11).
Menurut Budi, semua varian Delta memiliki mutasi genetik yang mirip. Karena itu, dia yakin kekebalan tubuh yang sudah terbentuk di lingkungan masyarakat bisa melawan jika varian Delta baru masuk ke Indonesia.
"Jadi kesimpulan kami sampai sekarang, kalau misalnya ada masuk anaknya atau cucunya (varian Delta), insya Allah harusnya kekebalan yang sudah terbentuk di masyarakat masih cukup untuk menanggulangi penyebaran ini," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah telah mengidentifikasi 22 turunan varian Delta di Indonesia. Di antara turunan varian tersebut ada AY.1, AY.11, dan AY.16.
"Dari B1617.2 yang dulu kita kenal sebagai varian Delta itu sudah ada turunannya sebanyak 22 yang sudah kita identifikasi di Indonesia," ungkapnya dalam diskusi virtual yang disiarkan melalui FMB9ID_IKP, Kamis (4/11).
Data Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan per 16 Oktober 2021, sebanyak 4.025 kasus varian Delta di Indonesia. DKI Jakarta mencatat kasus varian Delta terbanyak mencapai 1.300, kemudian disusul Jawa Barat 700, dan Jawa Tengah 300.
"Ini yang jadi kewaspadaan kita. Jangan memberi kesempatan si varian Delta berkembang lagi lebih lanjut," kata Nadia.
Ketua Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane menambahkan telah ditemukan banyak sekali varian Delta plus di Tanah Air. Selain AY.1, AY.11, AY.16, ada juga varian AY.4, dan AY.24.
Namun, AY.4.2 yang memicu lonjakan kasus Covid-19 di Inggris belum teridentifikasi di Indonesia.
"Sementara ini (AY.4.2) belum ditemukan di Indonesia. Tapi kita berharap tidak masuk ke Indonesia," sambungnya.
Menurut Masdalina angka reproduktif Delta plus lebih tinggi dari varian lainnya, yakni mencapai enam hingga delapan. Artinya, satu orang yang terinfeksi Delta plus bisa menularkan kepada enam hingga delapan orang.
"Bahkan kalau dalam masa inkubasi 2 sampai 14 hari baru terinfeksi, dia (Delta plus) pun sudah menularkan. Jadi tidak harus menunggu terinfeksi, dia sudah mampu menularkan. Jadi menularkannya selain lebih cepat tapi juga lebih banyak," jelas Masdalina.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya