RI dan Malaysia bentuk media komunikasi bersama
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat membentuk media komunikasi bersama. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan kedua negara sebagai negara serumpun.
Pembicaraan itu dilakukan saat Wakil Presiden Boediono menerima Wakil PM Malaysia Tan Sri Dato Muhyiddin Mohd Yassin di Istana Wakil Presiden, Jakarta.
Hal ini pernah dilakukan sebelum era reformasi, di mana pernah dilakukan kegiatan langsung antara Jakarta dan Kuala Lumpur. Tak hanya itu, kedua pemerintahan juga pernah membuat program berita selama 15 menit dari Indonesia dan Malaysia.
"Wakil Perdana Menteri ingin kembali menghidupkan misalnya acara titian muhibah yang dulu pernah ada live antara Jakarta dan Kuala Lumpur pada saat yang sama. Untuk lebih mempererat tukar-menukar kebudayaan ini," kata Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat, Selasa (3/7).
Wapres menyambut baik gagasan itu, dia menilai media komunikasi yang dibentuk ini akan jauh lebih menguntungkan. Salah satunya dalam mengelola isu-isu yang bisa memperburuk hubungan antara Indonesia dan Malaysia.
"Tentu saja komunikasi dan hubungan yang baik ini akan jauh lebih menguntungkan daripada hubungan yang panas, bergejolak dan tidak produktif. Jadi itu memang harus dibulatkan terus kalau kita ingin punya hubungan baik dengan Malaysia," katanya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya