Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rezeki mengalir dari demam Turn Back Crime

Rezeki mengalir dari demam Turn Back Crime Kaos Turn Back Crime. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Hampir tiap malam Yugi Prasetyo, wiraswasta bidang konveksi di Bandung, sibuk mengawasi proses produksi baju dan pernak pernik yang dipesan tim kampanye Turn Back Crime Polda Metro Jaya.

Dia harus memastikan kualitas produk yang dihasilkan benar-benar terjaga dan tidak mengecewakan kliennya. Menurutnya, dalam dunia bisnis, itu sebuah keharusan untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

"Kita bikin standar dari mereka (tim kampanye Turn Back Crime Polda Metro Jaya). Mereka sadar sekarang banyak kaos abal-abal (palsu). Jadi mereka kasih desain agar tidak mudah ditiru," kata Yugi kepada merdeka.com, Jumat (29/1).

Pria 31 tahun ini salah satu yang beruntung karena mendapat rezeki nomplok dari demam Turn Back Crime yang melanda masyarakat Indonesia. Dia bersyukur mendapat proyek dari tim kampanye Turn Back Crime Polda Metro Jaya untuk memproduksi alat kampanye Turn Back Crime. Tahap awal, Yugi mengaku mendapat pesanan 1.000 kaos.

Mulai dari desain hingga detail pesanan, semua sesuai keinginan tim kampanye. Kesempatan ini tidak disia-siakan Yugi. Dia mengaku memberikan kualitas nomor wahid.

Bukan hanya kaos, Yugi juga menawarkan produk lain untuk alat peraga kampanye Turn Back Crime Polda Metro Jaya. Dia mengaku membuat pelbagai contoh aksesoris lain untuk diajukan kepada kliennya itu.

"Sementara saya diminta untuk membuat kaos, gantungan kunci dan gelang, bertuliskan Turn Back Crime," ujarnya.

Polda Metro Jaya memang tengah jor-joran mengkampanyekan program Turn Back Crime ke masyarakat. Apalagi program ini memang menyasar masyarakat untuk bersinergi dengan polisi melawan setiap aksi kejahatan di lingkungan sekitar.

Staf Dirkrimum Polda Metro Krisna Murti, Putri Oktavia menuturkan, pihaknya menyiapkan pelbagai alat peraga kampanye yang bisa mencuri perhatian masyarakat. "Kita juga ada boneka, buat anak-anak. Apalagi kemarin-kemarin ramai kasus kekerasan pada anak tuh," ujar Putri.

Tidak hanya masyarakat terkena virus Turn Back Crime. Kepolisian daerah lain juga memesan seragam yang disebut-sebut menunjukkan ciri khas polisi masa kini. Agar terlihat beda, kata Putri, biasanya mereka meminta nama kepolisiannya di bawah tulisan Turn Back Crime yang ada di dada kanan.

"Contohnya, dari Polda NTT (Nusa Tenggara Timur). Mereka pesan minta ada tulisan Polda NTT-nya," terangnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP