Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rencana kenaikan BBM bikin resah perajin tahu-tempe di Banyumas

Rencana kenaikan BBM bikin resah perajin tahu-tempe di Banyumas Perajin tempe. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), membuat perajin tahu dan tempe yang ada di Banyumas Jawa Tengah resah. Kondisi tersebut terjadi karena banyak perajin yang menggunakan bahan baku kedelai saat ini alami penurunan produksi lantaran harga kedelai mengalami kenaikan saat ini.

Seorang perajin tempe, Tri Winarno mengatakan saat ini harga kedelai impor yang dijual di pasaran saat ini berkisar antara Rp 8.800 hingga Rp 9.000 per kilogram. "Padahal sebelumnya harga kedelai hanya Rp 8.300 per kilogram. Sedangkan untuk menggunakan kedelai lokal sebagai bahan dasar tidak begitu bagus," ucapnya, Senin (17/11).

Saat ini, ia mengambil langkah untuk mengurangi jumlah bahan baku produksi tempe. Jika setiap hari, Tri bisa memproduksi tempe dengan bahan baku kedelai sebanyak 50 kilogram per hari, sekarang hanya mampu memproduksi 45 kilogram per hari. "Ini karena harga kedelai masih cukup tinggi," jelasnya.

Akibatnya, Tri mengaku omzet pendapatan hariannya turun. Dia berharap harga kedelai impor kembali normal. Meski begitu, ia mengatakan masih menjual harga tempe dengan harga yang sama seperti biasanya. Saat ini, ia menjual tempe lonjong ukuran tebal Rp 5.000 per potong. Sedangkan untuk tempe mendoan masih di harga Rp 1.000 per bungkus.

"Kendala lainnya untuk penjualan tempe saat ini cukup lambat, karena cuaca yang hujan dan menyebabkan proses peragian tempe tidak maksimal," jelasnya.

Selain Tri, perajin tahu dari Pekuncen Banyumas, Cipto mengakui perajin terkena imbas kenaikan harga kedelai impor. Bahkan, jelasnya, rencana penaikan harga BBM juga akan berpengaruh pada harga jual tahu.

"Saat ini, saya tidak bisa menaikkan harga tahu karena sebentar lagi juga akan ada kenaikan BBM. Kami khawatir pembeli akan kabur jika terjadi kenaikan BBM, saya naikkan lagi," akunya.

Untuk harga tahu, Cipto menjelaskan, saat ini dijual dengan kisaran Rp 3.000 per plastik isi lima potong. Harga ini sudah mengalami kenaikan sekitar Rp 500 dari harga sebelumnya Rp 2.500 untuk tiap plastik isi lima potong.

"Kalau memang ada kenaikan harga BBM, kemungkinan harganya bisa akan melejit, karena biaya transportasi yang tinggi," tuturnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP