Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Remaja Kritis Usai Dibacok Segerombolan Pemuda di Jaksel

Remaja Kritis Usai Dibacok Segerombolan Pemuda di Jaksel Ilustrasi pembacokan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Merdeka.com - Pria berusia 20 tahun, Naufal, dibacok segerombolan pemuda di Jalan Antasari, Jakarta Selatan pada Minggu dini hari (25/7). Korban dibacok di bagian punggung sebelah kanan. Korban dilarikan ke IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Saat ini kondisi korban dalam keadaan kritis.

"Tadi sudah dioperasi, tapi masih belum sadar. Mohon doanya," kata ibunda korban, Ani saat dihubungi merdeka.com, Minggu malam (25/7).

Ani mengaku sangat terpukul melihat anak pertamanya berbaring lemah tak berdaya. Setelah operasi, Naufal sempat siuman, namun kini kembali tak sadarkan diri. Hendra, kakak sepupu korban mengatakan bahwa korban membutuhkan banyak darah.

Dia mengaku cukup kesulitan mendapatkan pendonor darah untuk adik sepupunya itu. Hingga lewat tengah malam, keluarga korban setia menunggu antrean donor darah.

"Beberapa jam setelah operasi sempat sadar tapi sekarang drop lagi," kata Hendra, bercerita kepada merdeka.com, Minggu malam (25/7).

"Naufal butuh banyak darah goldar A. Seingat saya tadi kata dokter hati dan ginjalnya kena, iganya patah, shocked saya," lanjutnya

Kronologi kejadian

Secara terpisah, (Og) saksi sekaligus teman korban menceritakan kronologi kejadian. Dia mengatakan bahwa ia bersama 5 orang temannya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah masing-masing. Keenam sekawan itu tinggal di RT yang sama, sehingga mereka iring-iringan 3 motor.

Saat melewati jalan Antasari, sekumpulan pemuda keluar dari arah Gang Cempaka. Pemuda itu langsung membacok korban secara brutal.

"Jam 4 pagi kita baru pulang nyate (Iduladha). Tiba-tiba pas lewat Antasari, muncul rame-rame dari Gang Cempaka. Ada kali 10-20 orang dan langsung ngebacok gitu," kata Og kepada merdeka.com

Og kemudian bercerita mengapa dia bisa lolos dari gerombolan pemuda yang membawa celurit itu.

"Saya pas liat ada orang rame-rame keluar dari arah gang, saya langsung putar balik, nah sayangnya Naufal sudah terkepung gak sempat putar balik. Karena posisinya dia dibonceng, dia yang kena bacok," lanjutnya.

Og mengungkapkan bahwa tidak ada satupun barang berharga miliknya maupun milik Naufal yang dirampas oleh segerombolan pemuda itu. Dia juga mengaku tidak kenal dengan segerombolan orang-orang yang diduga warga Antasari itu.

Saat ini, ia dan teman-temannya sedang setia sahabatnya melewati masa kritisnya di IGD. Ia berharap, sahabatnya itu bisa segera siuman.

"Nggak kenal, nggak ada masalah juga sama anak Antasari. Nanti pulang lewat jalan yang sama lagi kayak kemarin, semoga saja nggak ada lagi itu begalnya," harapnya.

Polisi Akan usut dan Ketatkan Patroli

Pihak keluarga korban mengaku sudah menghubungi pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Achmad Akbar mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kasus pembacokan ini. Selain itu, Satreskrim Polres Jaksel juga akan mengetatkan patroli di sekitar lokasi kejadian.

"Nanti akan kita tindaklanjuti," kata Achmad Akbar.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP