Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Remaja Bunuh Bocah 6 Tahun dan Pengaruh Boneka Chucky

Remaja Bunuh Bocah 6 Tahun dan Pengaruh Boneka Chucky Boneka Chucky. ©2020 UNIVERSAL 1440 ENTERTAINMENT

Merdeka.com - Psikolog Rose Mini ikut angkat bicara terkait kasus pembunuhan yang dilakukan remaja berusia 15 tahun terhadap bocah berumur 6 tahun di Jakarta Pusat. Para orangtua dan para pendidik anak memiliki peran penting dalam memantau kondisi tumbuh kembang anak.

Usia remaja adalah tahap dimulainya pencarian jati diri. Apabila salah langkah dapat sangat berbahaya.

"Mereka (anak remaja) memiliki kecenderungan masalah moral yang tak bisa membedakan antara baik dan buruk sehingga dia tidak tahu apa yang dilakukan, diikuti itu sesuatu yang baik atau buruk, harus dipantau, diperhatikan," ujar psikolog yang akrab disapa Bunda Romi ini saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (8/3).

Bunda Romi mencontohkan kasus remaja perempuan yang membunuh bocah berusia 6 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Menurut keterangannya kepada polisi, dia sangat suka menonton tayangan berkonten sadistik seperti Film Chucky The Murder Doll.

Romi beranggapan yang dilakukan bisa benar terinspirasi dari tayangan yang dikonsumsinya. Bahkan rasa bersalah pun tak dirasakannya setelah menghabisi nyawa anak kecil.

"Seperti Chucky kan dia malah tertawa itu bonekanya ya, jadi bisa saja itu identitas yang terbentuk dalam dirinya seperti yang dilihat," jelas Bunda Romi.

Bunda Romi berpesan kepada segenap orangtua untuk tidak lengah dan jangan melihat jika anak asik dengan dunianya sendiri untuk dibiarkan begitu saja. Namun harus lebih dipahami dunia apa yag mereka sukai.

"Kita lihat itu karena pemahaman anak masih sangat sederhana belum tentu dia paham banget yang ditonton. Jadi kalau dari kecil didampingi maka itu sangat membantu ke depannya," ucap Bunda Romi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat merilis kasus pembunuhan dilakukan remaja wanita berusia 15 tahun di Sawah Besar. Pelaku mengaku kepada polisi telah membunuh seorang anak berusia 6 tahun dengan menenggelamkannya berulang kali di bak mandi hingga lemas dan tewas.

Usai meregang nyawa, mayat balita itu disimpan di lemarinya hingga warga yang curiga menganggap balita tersebut telah diculik. Polisi menduga pelaku mengalami sakit kejiwaan karena tak ada penyesalan atas tindakan kejinya malah mengaku puas.

Reporter: Muhammad RadityoSumber: Liputan6.com

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP