Merdeka.com tersedia di Google Play


Rem tronton blong, penyebab kecelakaan maut di Cianjur

Reporter : Didi Syafirdi | Sabtu, 23 Februari 2013 09:15


 Rem tronton blong, penyebab kecelakaan maut di Cianjur
ilustrasi. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Truk tronton hilang kendali saat melaju di Jalan Bangbayan, Warung Kondang, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, truk menghantam pengendara dan pejalan kaki.

"Truk remnya blong," ujar petugas Polsek Polsek Warungkondang Aiptu Didin kepada merdeka.com, Sabtu (23/2).

Menurutnya, saat ini anggota sudah menuju lokasi kejadian. "Petugas masih melakukan pendataan di lokasi kejadian," katanya.

Saat ini korban sudah berada di ruang jenazah RSUD Cianjur Jabar, sedangkan korban luka masih menjalani perawatan.

[did]

KUMPULAN BERITA
# Kecelakaan

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kecelakaan, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kecelakaan.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • PNS ditemukan tewas di kamar hotel di Banjarmasin
  • SBY bertemu Agum Gumelar, ada apa?
  • Rebutan tanah bengkok 75 Ha, 2 petani di Sumbawa berkelahi
  • Lupita Nyong O resmi jadi artis tercantik dunia
  • Ingin jadi jerapah, wanita ini berusaha panjangkan lehernya
  • Robert Tantular mengaku tak diajak rapat KSSK
  • Gali tanah buat batu bata, warga Magelang temukan 2 Yoni
  • Bangun waduk di Cipedak, Jokowi diprotes warga
  • Dua Paus akan dinobatkan jadi santo
  • Akuisisi BTN tertunda, karena komunikasi Dahlan buruk
  • SHOW MORE