Relawan Pemulasaran Meniti Jalan Kemanusiaan
Merdeka.com - Selasar Gedung Wanita Bogor jadi saksi bisu jalan kemanusiaan para relawan. Hari itu, jarum jam masih menunjukkan pukul delapan pagi. Beberapa orang bersiap mengenakan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
Sorang operator berkaos Polmas Bogor sibuk melayani panggilan. Masuk melalui radio HT. Matanya sesekali membaca pesan singkat yang terpampang di telepon genggam.
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
Di sudut lain, ada relawan yang bertugas memasukkan data. Sambil menyiapkan berkas surat jalan yang Bekal regu relawan yang sudah siap melaksanakan tugas. Sederet nama tertulis di sebuah papan. Berisi data diri jenazah yang akan dimakamkan. Pagi itu tertulis tiga jenazah korban covid-19. Tiga jenazah itu harus dijemput di rumahnya masing - masing.
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
Ambulans tiba di dekat rumah duka. Di sana sudah ada ketua RW. Jenazah korban Covid-19 berada di ruang tertutup sebuah rumah petak. Hari itu, seorang ibu muda berusia 22 tahun meninggal dunia. Putrinya masih berusia tiga tahun.
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
Beruntung sudah ada wanita paruh baya yang bersedia memulasarkan jenazah. Selesai disucikan dengan cara tawamun, relawan langsung membungkusnya dengan plastik dan memasukan ke dalam peti. Jenazah dimasukkan dalam ambulans untuk dimakamkan di Kota Tasikmalaya.
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
Setiap hari, tiga puluh relawan harus bersiaga 24 jam. Jika ada laporan warga meninggal saat menjalani isolasi mandiri. Mereka menyediakan peti jenazah berikut plastik dan kantong mayat. Mereka juga yang membawa jenazah korban covid-19 ke tempat pemakaman khusus.
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
"Tugasnya membungkus jenasah, memasukkan ke dalam peti lalu membawanya ke TPU. Kami terlibat di pemulasaran karena kadang ada keluarga atau tetangga korban yang memilih menjauh," tutur koordinator relawan, Heri.
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
Banyak korban Covid-19 yang meninggal ketika menjalani isolasi mandiri. Para relawan ini rata-rata membantu pemulasaran tujuh hingga delapan jenazah setiap hari.
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
Para relawan ini datang dari berbagai profesi. Ada yang bekerja sebagai satpam, juru parkir, wiraswasta, hingga pekerja kantoran. Mereka tidak digaji. Makan seadanya dari bantuan warga. Modal mereka satu. Semangat meniti jalan kemanusiaan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya