Relaksasi PPKM, Epidemiolog Prediksi Kasus Covid-19 di Jawa-Bali Kembali Meningkat
Merdeka.com - Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo memprediksi penularan Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali akan kembali meningkat. Penyebabnya, mobilitas masyarakat di Jawa Bali kembali naik, terutama di kawasan wisata.
"Ya, tentu (penularan Covid-19 akan naik). Kita lihat dari Google Mobility, mobilitas di Jawa Bali ini meningkat lagi," kata Windhu saat dihubungi merdeka.com, Selasa (24/8).
Data Google Mobility 17 Agustus 2021, tren mobilitas masyarakat ke tempat-tempat seperti taman nasional, pantai umum, dermaga, taman hewan peliharaan, lapangan terbuka, dan taman umum meningkat sebesar 5 persen. Tren mobilitas masyarakat di area permukiman juga meningkat 17 persen.
Peningkatan tren mobilitas masyarakat ini dipicu relaksasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Ini yang dikhawatirkan karena sudah ada pelonggaran-pelonggaran. Kalau mobilitasnya naik kita tahu dong, itu tentu berisiko tinggi untuk penularan Covid-19," ujar dia.
Berbeda dengan Jawa dan Bali, mobilitas di luar Jawa dan Bali justru menurun. Penurunan mobilitas ini, kata Windhu, bisa menekan penularan Covid-19 di lingkungan masyarakat.
"Yang di luar Jawa-Bali sekarang (mobilitasnya) turun karena ada pengetatan. Tapi beralih ke Jawa-Bali," kata dia.
Data Kementerian Kesehatan 23 Agustus 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 nasional menembus 3.989.060 orang. Ada penambahan 9.604 kasus Covid-19 dari data Minggu (22/8) yang tercatat masih 3.979.456 orang.
127.214 di antaranya meninggal dunia dari total 3.989.060 orang positif Covid-19. Sementara 3.571.082 sudah sembuh dan 290.764 masih dirawat.
Pemerintah memperpanjang PPKM di Jawa dan Bali. Namun, level PPKM di Jawa dan Bali turun menjadi level 3 dari sebelumnya level 4. PPKM ini diperpanjang sejak tanggal 24 hingga 30 Agustus 2021.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya