Rel tertimbun longsor di Purwokerto, 11 perjalanan KA terganggu
Merdeka.com - Hujan deras yang terjadi sejak Kamis (17/11) sore hingga malam, menyebabkan 11 perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto terhambat. Kondisi tersebut terjadi akibat bencana longsor yang terjadi di tiga titik rawan sepanjang jalur rel antara Tambak, Banyumas hingga Gombong, Kebumen.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko mengemukakan longsor di beberapa titik sebelumnya sudah diprediksi.
"Itu ada tiga titik, yakni antara Stasiun Gombong dengan Stasiun Ijo, antara Stasiun Ijo dengan Tambak dan antara Stasiun Tambak dengan Stasiun Sumpiuh. Khusus antara Ijo dan Tambak di Kilometer 423+1 longsoran dari tebing menutup saluran air sehingga terjadi genangan setinggi 20 sentimeter," katanya saat dihubungi, Jumat (18/11).
Meski demikian, ia mengaku pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan menempatkan beberapa petugas jaga di wilayah tersebut. Kejadian terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, jelas Ixfan, bisa tertangani pada pukul 23.15 WIB.
"Meski begitu, perjalanan kereta api tidak bisa berlangsung dengan kecepatan normal saat melewati daerah tersebut. Kecepatan rata-rata hanya lima kilometer dengan bantuan dari arahan petugas," ucapnya.
Dia mengemukakan, untuk menormalisasi rel, pihaknya mendatangkan alat berat berupa mesin untuk mengurai pasir dan menyingkirkan halangan. Lebih jauh, saat itu terjadi antrean kereta api di Stasiun Gombong sebanyak tiga KA dan Stasiun Ijo. Keterlambatan kereta berkisar antara 30 menit hingga 190 menit.
"Sebagai contoh KA Sawunggalih Utama keterlambatan tadi malam mencapai 191 menit. Karena itu, kami meminta maaf atas ketidaknyamanan perjalanan dan tadi malam langsung diberikan service recovery kepada penumpang," ujarnya.
Saat ini, Ixfan menuturkan, pihaknya masih mengantisipasi kemungkinan bencana serupa di jalur rel dengan menyiagakan alat berat dan petugas jaga di lapangan. Sementara untuk proyek jalur ganda Purwokerto-Kroya, melakukan peningkatan kewaspadaan terhadap rawan bencana.
"Kami sudah melakukan antisipasi sejak dini dengan menempatkan beberapa personel untuk berjaga, terbukti dengan adanya kejadian ini petugas bisa sigap langsung di lapangan. Pada prinsipnya kami hanya bisa berusaha mengantisipasi bencana yang ada, karena kondisi alam susah ditebak dalam beberapa waktu belakangan ini," ujarnya.
Saat ini perjalanan kereta api dari dan menuju Stasiun Purwokerto sudah kembali normal.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya