Rektor Universitas Haluoleo dicecar KPK soal kasus Angie
Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa Rektor Universitas Haluoleo, Sulawesi Tenggara, Usman Rianse. Usman diperiksa sebagai saksi atas tersangka kasus dugaan suap anggaran Kemendiknas, Angelina Sondakh.
Usai diperiksa selama kurang lebih enam jam, Usman mengaku dicecar penyidik KPK seputar proyek pengadaan peralatan laboratorium di 16 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Usman membantah mengetahui proyek tersebut.
"Saya tidak pernah tawar menawar karena saya sudah menolak proyek itu dari awal," kata dia kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/6).
Lebih lanjut dia mengaku menolak proyek itu karena alasan tidak pernah mengusulkan pengadaan laboratorium Mipa.
"Jadi kenapa saya menolak anggaran itu karena saya katakan karena kami tidak pernah mengusulkan soal pengadaan lab Mipa itu. Kita mengusulkan 10 paket, tapi di dalam itu tidak ada tentang Fakultas Mipa. Jadi saya anggap itu sebagai suatu kekeliruan,“ kata Usman.
Usman juga menolak jika dikatakan mangkir saat panggilan pertama beberapa waktu lalu. Usman mengaku baru menerima surat panggilan KPK pada 19 Juni lalu. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya