Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rektor UGM pertama yang bukan Jawa

Rektor UGM pertama yang bukan Jawa UGM. threeas.files.wordpress

Merdeka.com - Prof Dr Ir Herman Johannes menepati janjinya untuk terus menjadi pendidik dan ilmuwan meski sudah terlibat dalam perjuangan revolusi kemerdekaan. Pada tahun 1962, dia dipilih Soekarno menjadi rektor Universitas Gadjah Mada (UGM).

Jabatan rektor untuk Herman kali itu menjadi sejarah karena akhirnya universitas di Yogyakarta itu mempunyai orang nomor satu yang bukan dari Jawa.  "Itu sangat revolusioner," ujar Gorma Hutajulu, seorang aktivis mahasiswa UGM kala itu.

Hutajulu bercerita Prof Johannes sebenarnya tidak tertarik dengan politik atau pun jabatan. Keputusannya menjadi rektor adalah berkat dorongan sejumlah kalangan mahasiswa dan dosen di UGM.

"Saya termasuk salah satu yang mengusulkan kepada Presiden Soekarno agar mencalonkan Herman Johannes sebagai Rektor," kata Hutajulu.

Hutajulu bersama sejumlah rekannya menghadap Soekarno menceritakan tentang peran Johannes yang patriotis dalam perjuangan kemerdekaan. "Dia yang mengajarkan pejuang cara membuat bom," ujar Hutajulu.

Di 100 tahun hari lahirnya yang jatuh hari ini, Senin (28/5), nama Prof Johannes tetap dikenang. Namanya juga masih menjadi sebuah nama jalan di Kota Yogyakarta yang menghubungkan Kampus UGM dan Jalan Solo dan Jalan Sudirman.

Prof Johannes meninggal dunia pada 17 Oktober 1992 karena kanker prostat. Meski berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan karena menyandang Bintang Gerilya dan Bintang Mahaputra, Prof Johannes mengamanatkan kepada keluarga agar dimakamkan di Pemakaman Keluarga UGM di Sawitsari, Yogyakarta, bersama dengan para koleganya sesama pendidik bangsa. Amanatnya itu pun dilakukan pihak keluarga. (Dari berbagai sumber) (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP