Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rektor AKPRIND ungkap sosok Dwi Hartanto semasa kuliah

Rektor AKPRIND ungkap sosok Dwi Hartanto semasa kuliah Dwi Hartanto. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Satu per satu kebohongan pria bernama Dwi Hartanto yang mengaku ahli dirgantara akhirnya terbongkar. Dwi mengakui dia sebenarnya lulusan Institut Sains dan Teknologi (IST) AKPRIND di Yogyakarta, bukan Institut Teknologi Tokyo seperti yang pernah disebutkannya.

Pria yang sempat dijuluki The Next Habibie ini akhirnya mengakui bahwa apa yang disampaikannya di media terkait hasil penelitiannya adalah tidak benar. Dwi Hartanto juga mengaku jika prestasi yang selama ini diraihnya juga tidaklah benar.

Terkait kehebohan tentang Dwi Hartanto, Rektor Institut Sains dan Teknologi (IST) AKPRIND, Amir Hamzah membenarkan jika Dwi Hartanto memang alumni dari IST AKPRIND. Dwi Hartanto masuk IST AKPRIND pada tahun 2001.

"Dwi Hartanto masuk di IST AKPRIND pada tahun 2001. Dia mengambil studi Teknik Informatika. Dia tercatat dengan nomor mahasiswa 01052087," ungkap Amir dalam press rilisnya.

Amir menuturkan Dwi Hartanto lulus pada 15 November 2005. Dwi Hartanto lulus dengan judul skripsi Membangun Robot Cerdas Pemadam Api Berbasis Algoritma Kecerdasan ANN (Artificial Neural Network).

"Lulus dengan predikat cum laude. Dia mampu meraih IPK 3,88," jelas Amir.

Amir menyampaikan jika Dwi Hartanto sempat menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di tingkat Kopertis Wilayah V Yogyakarta. Prestasi Dwi Hartanto saat itu diakui oleh Kopertis V.

"Selama menempuh pendidikan di IST AKPRIND tidak menunjukkan atau melakukan kecurangan atau perbuatan tercela sehingga yang bersangkutan gagal dalam mengikuti kegiatan akademik. Semua yang dilakukan saat menjadi mahasiswa berjalan dengan normal dan wajar sehingga syarat untuk mendapatkan status gelar sarjana sudah terpenuhi," tutup Amir. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP