Rekonstruksi rencana bom di Braga, pelaku 20 menit di tengah keramaian
Merdeka.com - Aksi peledakan kafe di bilangan Jalan Braga (persimpangan Jalan Suniaraja) Kota Bandung gagal. Padahal terduga teroris, Agus Wiguna yang masuk seorang diri ke kafe berkonsep beer house saat itu membawa bom panci seberat lima kilogram.
Hal itu diketahui dalam rekonstruksi bom panci yang diperagakan langsung Agus di kafe I'am Beer Bali Hai, Bandung, Selasa (29/8) siang. Rekonstruksi diperankan langsung Agus yang tampak mengenakan jaket jins dan bertopi.
"Tersangka itu sekitar 20 menit di dalam. Tetapi enggak meledak. Dia duduk di tengah-tengah pengunjung. Yang dia bawa ke dalam lima kilogram bom panci yang di masukan ke dalam tas ransel," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus disela rekonstruksi.
Hanya saja bom yang sudah bakal diledakan tidak sesuai rencana. Beberapa bahan campuran kimia yang sudah diracik ternyata masih basah dan tidak menimbulkan ledakan.
Menurutnya, bom yang dibawa Agus ke dalam kafe penyedia minuman keras tersebut memiliki daya ledak tinggi. Rencana itu dilakukan sehari sebelum bom panci meledak di rumah kontrakan Agus di Kampung Kubang, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung.
"Dia itu menjadi pengantin sehari sebelum bom meledak di rumah kontrakannya. Bom yang dibawa beratnya lima kilogram, kalau meledak satu gedung ini (kafe) bisa hancur juga," jelasnya.
Pantauan merdeka.com, usai menjalankan rekonstruksi di Kafe I'am Beer, tersangka Agus dibawa ke Rumah Makan Celengan, Jalan Astana Anyar Bandung. Dalam rencananya Agus memang sempat menyasar kafe penyedia berbahan dasar babi. Rekonstruksi yang dilakukan penyidik Densus 88 dan Inafis Polrestabes Bandung tersebut dikawal ketat.
Agus ditangkap Densus 88 pada Sabtu 8 Juli 2017 lalu. Penangkapan Agus menyusul bom panci yang meledak di rumah kontrakannya. Saat meledak Agus tidak ada di lokasi. Bom yang meledak juga tidak menyebabkan korban luka maupun jiwa.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya