Rekonstruksi pembunuhan di Bandung, pelaku nyaris diamuk warga
Merdeka.com - Ratusan petugas kepolisian harus menjaga ketat proses rekonstruksi kasus pembunuhan Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (6/12). Itu dilakukan untuk menjaga pelaku dari amukan warga yang emosi menyaksikan reka ulang pembunuhan.
Pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (4/11) dini hari. Tersangka bernama Ngalibowo (70) tega membunuh adik iparnya, bernama Muhammad Amir (47).
Sebelum rekonstruksi dimulai, sekitar jam 10.00 WIB, massa yang mencapai ratusan orang telah memadati sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Saat tersangka datang, keluarga korban serta warga tidak henti hentinya mencaci maki tersangka. Bahkan ada yang hendak memukul tersangka.
Untuk meredakan kemarahan warga, Kapolsek terpaksa harus turun langsung dan meminta mereka tetap tenang serta tidak mengganggu jalannya rekonstruksi. Hampir satu jam digelar, rekonstruksi dapat berjalan aman dan kondusif.
Sedikitnya 25 adegan diperagakan. Mulai dari saat tersangka di dalam kamar dengan istrinya hingga melarikan diri setelah menganiaya Muhammad Amir. Namun tidak semuanya bisa diperagakan tersangka dengan alasan keamanan.
Kapolsek Lembang, Kompol Rahmat Lubis mengungkapkan, berdasarkan reka adegan yang diperagakan tersangka, motif awal pembunuhan adalah karena cemburu. "Tapi memang tersangka ini dendam sejak lama kepada korban," kata Kompol Rahmat Lubis.
Hampir semua adegan dilakukan di dalam rumah. Padahal sesudah pembunuhan tersebut, tersangka sempat melarikan diri sebelum ditangkap warga. Meski demikian, Rahmat menyebut, rekonstruksi tersebut telah sesuai ketentuan.
"Ini semua sudah sesuai dengan adegan kejadian, memang seharusnya ada beberapa adegan di luar rumah tetapi karena kurang kondusif, maka hanya dilaksanakan di dalam rumah saja," ungkapnya.
Atas perbuatannya, tersangka diancam pasal pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan sekunder Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang melukai berat orang lain.
Pihak keluarga dan istri tersangka tak bisa menyembunyikan emosinya karena perbuatan pelaku. Sejak tersangka datang hingga proses rekonstruksi selesai, mereka terus menangis dan mengutuk pembunuhan keji tersebut.
"Kami menginginkan tersangka dihukum seberat-beratnya walaupun masih ada ikatan saudara," kata salah seorang anggota keluarga korban. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya