Reklamasi Teluk Benoa diharap bawa efek baik ke pariwisata Bali
Merdeka.com - Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy mengatakan, Bali saat ini menjadi ikon pariwisata Indonesia. Menurutnya, warga luar negeri selalu menanyakan Bali jika ada promosi wisata.
Dia mengatakan Bali dapat menarik turis yang belum pernah berkunjung. Sementara, wisatawan yang pernah ke Bali, akan mencari destinasi wisata lainnya di luar sentra Kuta, dan Legian.
"Mereka mencari beyond Bali. Bali bisa bergeliat lagi dengan menawarkan pusat-pusat destinasi wisata baru. Khususnya, destinasi di luar sentra Kuta, Legian, dan Denpasar karena di situ jalanan sudah macet," ujar Didien, Rabu (24/12).
Karena itu, sambungnya, perlu dibangun destinasi wisata baru di luar sentra-sentra yang sudah berkembang. Dia mengapresiasi rencana revitalisasi Teluk Benoa.
Dia berharap wisata di Bali akan semakin maju dengan revitalisasi Teluk Benoa. Sehingga pamor Bali kembali meningkatkan dan tak kalah saing dengan wisata di negara Asean lainnya.
"Selama masyarakat Bali menerima revitaliasi Teluk Benoa, maka itu tidak masalah. Tapi harus tetap perhatikan faktor lingkungan," ucap Didien.
Diketahui, fakta kondisi Teluk Benoa saat ini sangat memprihatinkan. Terjadi pendangkalan yang mengkhawatirkan terhadap kehidupan hutan mangrove akibat sedimentasi. Bahkan, sekarang ini Teluk Benoa dipenuhi sampah, baik sampah sisa pembangunan jalan tol, maupun sampah rumah tangga. Setiap hari tidak kurang sampah yang diangkut mencapai empat truk.
Kondisi ini mendorong pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 51 tahun 2014 yang membolehkan dilakukan revitalisasi di teluk Benoa yang luas keseluruhannya mencapai 3.300 Ha terdiri hutan mangrove 1400 Ha dan sisanya perairan yang telah alami sedimentasi. (mdk/mtf)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya