Reklamasi Teluk Benoa ada untung dan ruginya
Merdeka.com - Laut selama ini dinilai hanya dimanfaatkan ikannya untuk dikonsumsi dan ombaknya untuk wisata seperti surfing. Padahal jika dikelola dengan baik, laut memiliki potensi besar lainnya.
Pengamat Maritim Hasyim Djalal mengatakan, di Jepang dan Korea misalnya, laut bahkan dijadikan bandara internasional.
"Sekarang pemanfaatan potensi kemaritiman memang belum maksimal. Saat ini baru potensi ikannya saja yang dimanfaatkan, padahal di laut itu juga ada sumber daya mineral, atau ruang laut untuk keperluan pariwisata," katanya, Jumat (19/12).
Terkait pemanfaatan ruang laut demi keperluan pariwisata, ayah dari mantan duta besar Amerika Serikat Dino Patti Djalal ini mengatakan, pemerintah memang terus berusaha mencari area-area baru lainnya untuk dikembangkan.
"Tentu tidak mudah untuk mengembangkan dan memaksimalkan ruang laut yang ada. Laut-laut yang kita miliki itu cantik-cantik, dan banyak. Nah, bagaimana caranya agar menarik wisatawan datang," ujar Hasyim.
Hasyim juga mengatakan soal rencana pembangunan tempat wisata di Teluk Benoa, Bali harus dikaji kemungkinannya dengan melihat untung ruginya.
"Kalau menurut saya rencana revitalisasi Teluk Benoa itu banyak untungnya dari pada ruginya. Tapi harus dibuat sedemikian rupa agar lingkungan tidak rusak," kata mantan penasehat kepala staf TNI Angkatan Laut ini.
Hasyim mengatakan, bisa saja rencana revitaliasi di Teluk Benoa sebagai pintu masuk untuk mengelola potensi ruang laut secara efesien dan efektif, yang hasilnya bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Tentunya hal itu akan mendatangkan devisa bagi negara.
"Revitalisasi Teluk Benoa merupakan pintu masuk mengelola laut secara lebih modern dan menjanjikan banyak hal bagi kemajuan bangsa," ujar mantan anggota Dewan Maritim Indonesia ini. (mdk/gib)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya