Reklamasi Pulau A dan B di pesisir utara Tangerang tetap berjalan
Merdeka.com - Proyek reklamasi Pulau A dan B berada di daerah Dadap, Kabupaten Tangerang, masih berjalan. Hal itu terlihat pada Jumat (22/4).
Kedua lokasi dapat diakses dengan menggunakan perahu dari dekat lokalisasi Dadap itu cukup dekat. Hanya perlu sekitar 15 menit dengan kecepatan sekitar 10 kilometer per jam.
Sedangkan jika ingin melihat dari jalur darat, masyarakat umum akan kesulitan. Karena satu-satunya akses arahnya lurus terus melewati Jalan Raya Prancis, sampai menemukan jalanan penuh dengan tanah dan truk-truk besar di sekelilingnya, terbatas. Tidak bisa sembarang orang bisa masuk ke sana.

Dengan menyewa perahu, jarak semakin dekat dan mudah melihat beberapa alat berat yang masih bekerja. Setidaknya hal itu terlihat di dua pulau, yakni pulau A dan B. Di pulau A terdapat balon udara berukuran besar berwarna merah dengan bertuliskan 'PIK 2'.
Pada pulau A, setidaknya sekitar delapan alat berat terlihat dengan jelas masih beroperasi menguruk tanah di sana. Hal itu meliputi ekskavator dan truk membawa tanah buat menimbun laut. Pada pulau A belum terlihat bangunan telah selesai dibangun. Hanya terlihat batu besar jumlahnya banyak dan sudah disiapkan di pinggir timbunan tanah, dan dibuat tanggul.

"Kita enggak bisa ke pulaunya. Bukan karena akan kandas perahu ini, tetapi karena emang enggak boleh, ada petugasnya yang melarang," kata seorang nelayan yang menyewakan perahu, Udin Tukang.
Ketika didekati, para pekerja masih melakukan aktivitas pengurukan pada pantai. Pulau sudah diiklankan buat menjadi perumahan dengan harga sekitar Rp 500 juta sampai Rp 600 juta terlihat berdekatan dengan kawasan pergudangan.
Perbedaan Pulau A dan pulau B sangat mencolok. Pulau B sebagian merupakan batas dari wilayah DKI Jakarta, sudah terdapat bangunan dan tanahnya pun sudah dilapisi pasir putih. Nampak ada sejumlah petugas duduk di dalam pos keamanan, serta di dalam perahu yang diduga telah mengambil pasir putih.

"Itu perahu itu menyedot pasir putih, tuh lihat pasirnya. Kalau yang ini (pukai) memang cepat pengerjaannya, ini baru satu tahun lah sudah seperti ini," tambah Udin yang tinggal berdekatan dengan kedua pulau itu.
Di sekeliling Pulau A dan B, ada kampung nelayan membentang luas di sepanjang pesisir Pulau Jawa, baik dari Jakarta hingga ke wilayah Tangerang. Beberapa titik di dekat kedua pulau juga nampak tumpukan pasir putih belum menyatu dengan bagian Pulau A dan B. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya