Rekan di PKS percaya Rully tewas karena sakit jantung
Merdeka.com - Rekan-rekan Rully Nutranta (46), pria yang ditemukan tewas di bangunan Hotel D'arch Bogor yang juga merupakan pasien RS Azra percaya Rully tewas karena sakit jantung.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Tangsel Unggul Wibawa pun ikut membantah informasi Rully tewas karena bunuh diri. "Itu tidak benar, informasi dari mana itu? Almarhum meninggal karena penyakit serangan jantung," katanya, hari ini.
Ditanya lebih lanjut mengenai Rully yang dikabarkan dirawat di rumah sakit, Unggul enggan berkomentar terlalu banyak.
"Saya sedang menyetir mas, yang pasti almarhum meninggal karena sakit jantung," terangnya.
Hal serupa juga dikatakan Ketua DPC PKS Pamulang, Kota Tangsel Dadang Darmawan. Dia mengatakan Rully meninggal karena sakit jantung yang dideritanya.
"Kalau dirawat di rumah sakit apa saya kurang tahu persis, informasi dari keluarga almarhum meninggalnya karena sakit jantung. Saya juga belum sempat ke rumah duka ini," ujarnya singkat.
Humas DPD PKS Kota Tangsel Firdaus pun ikuta membatah mengenai informasi dari polisi bahwa Rully meninggal karena bunuh diri. "Benar Pak Rully meninggal, tapi kalau soal informasi itu tidak benar (bunuh diri), dapat informasi dari mana?" ujarnya.
Sebelumnya, Kapolsek Bogor Utara Kompol Indrianingtyas, mengatakan Rully melakukan bunuh diri di bangunan hotel yang masih dalam proses pembangunan pada pukul 08.30 WIB, Senin (8/9).
Menurut dia, berdasarkan hasil identifikasi, Rully merupakan warga Villa Bintaro Regency, Blok F3/18, RT 05/12, Pondok Kacang Timur, Tangerang Selatan. "Kita datangi ada orang jatuh dari atas hotel yang sedang dibangun dengan ketinggian 30 meter itu," katanya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyidikan sementara ternyata benar korban adalah pasien dari RS Azra.
"Iya korban pasien RS Azra, kita masih menyelidiki motif korban bunuh diri dengan menaiki bangunan hotel yang belum jadi itu. Jadi hingga saat ini motifnya belum diketahui, namun dugaan sementara korban bunuh diri karena depresi," jelasnya.
Rully, kata Indrianingtyas, pertama kali ditemukan oleh petugas parkir RS Azra, kondisinya sangat mengenaskan. Kondisi tubuh dan kepala korban sudah penuh bersimbah darah.
Indrianingtyas melanjutkan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, Ruli Nutranta (68) pasien rawat inap Rumah Sakit Azra, Kota Bogor yang diduga depresi, sebelum loncat dari lantai 10 sempat dihalangi pekerja proyek bangunan hotel D'arch (Group Horison).
"Saat akan melompat, salah satu pekerja proyek bangunan hotel, sempat menahan Ruli, namun dia (Rully) berontak hingga akhirnya lompat dan tewas seketika dengan kondisi kepala pecah di pelataran parkir rumah sakit," jelas Kompol Indrianingtyas.
Hingga kini, pihaknya masih memeriksa dua saksi dan menunggu pemeriksaan lanjutan dari pihak rumah sakit dan keluarga korban.
Lebih lanjut dia menjelaskan berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit pasien yang diketahui profesinya sebagai dosen di salah satu universitas di Jakarta tersebut diduga depresi karena penyakit ambeien kronis yang dideritanya tak kunjung sembuh.
"Korban ditemukan masih menggunakan gelang identitas pasien rumah sakit dan di bagian pergelangan tangannya masih ada bekas infus," jelasnya.
Dia menduga korban lepas dari pengawasan perawat rumah sakit, hingga berjalan menuju lantai 10 proyek hotel yang letaknya persis bersebelahan dengan RS Azra.
Sementara itu, Humas RS Azra Khaerunnisa saat dikonfirmasi menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada kepolisian. "Semuanya masih investigasi oleh kepolisian, dugaan korban tidak sanggup menahan penyakit yang dideritanya," katanya. (mdk/mtf)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya