Rekaman video jadi petunjuk polisi ungkap tabrakan maut 2 speedboat
Merdeka.com - Direktorat Polair Polda Kalimantan Timur, masih menyelidiki insiden tabrakan maut dua speedboat di perairan Teluk Balikpapan, Sabtu (14/5) lalu, yang menewaskan empat orang. Video detik-detik kejadian yang beredar di jejaring sosial, menjadi salah satu petunjuk kepolisian.
Seorang korban selamat, Berlin Chavizan, masih dirawat di RS Pertamina Balikpapan. Demikian juga dengan motoris speedboat penumpang, Abdurrahman (61). Keduanya menurut Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Fajar Setiawan, belum bisa dimintai keterangan secara maksimal.
"Jadi kita masih selidiki, meminta keterangan motoris speedboat perusahaan (Petrosea)," kata Fajar, kepada merdeka.com, Rabu (18/5).
Selain itu, video detik-detik peristiwa tabrakan kedua speedboat di perairan Teluk Balikpapan, yang kini beredar luas di jejaring sosial Facebook, menjadi salah satu petunjuk kepolisian.
"Ya, tentu video itu menjadi petunjuk bahan penyelidikan kita," sebut Fajar.
Apabila diamati dalam video, tergambar speedboat berukuran lebih besar, menabrak speedboat lebih kecil. Pascainsiden, setelah didekati, terlihat speedboat lebih besar bertuliskan Petrosea. Sementara, speedboat penumpang, hancur dan terbalik. Satu persatu penumpang, dinaikkan ke atas speedboat dan perahu nelayan sekitar.
"Laut seluas itu kok bisa tabrakan. Kalau pihak yang menabrak tidak melihat speedboat di depannya, apa iya seperti itu? Kalau cuaca buruk, kenapa berlayar?" terang Fajar.
"Itu akan kita ketahui semua dari penyelidikan ya. Ya, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka. Tapi untuk sementara ini, proses penyelidikan masih berjalan," pungkasnya.
Diketahui, peristiwa maut itu terjadi sekitar pukul 08.35 WITA. Speedboat perusahaan Petrosea yang dikemudikan Yusran (43) dari arah PPU, menabrak speedboat penumpang yang dikemudikan motoris Abdurrahman (61), yang berangkat dari arah Balikpapan ke PPU.
Speedboat hancur, lima penumpang seketika tercebur ke laut. Empat orang tewas dalam peristiwa itu. Ditpolair Polda Kaltim, mengambil alih penyelidikan peristiwa nahas itu.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya