Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Reka ulang tabrakan di Puncak, polisi teknologi 3D Laser Scanner

Reka ulang tabrakan di Puncak, polisi teknologi 3D Laser Scanner Kecelakaan di Puncak. ©2017 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) telah melakukan tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan beruntun di Puncak Cisarua Bogor. Proses olah TKP dilakukan dengan teknologi baru "3D Laser Scanner".

"Kita laksanakan olah TKP di Puncak ini karena dari hasil penyelidikan tidak ada 'CCTV', sehingga kita membawa suatu alat 3D laser analisis kecelakaan lalu lintas," kata Kepala Subbidang Penyidikan Kecelakaan Lalu Lintas Direktorat Penegakan Hukum Mabes Polri AKBP Dedy Suhartono di Bogor. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (25/4).

Ia menyebutkan alat tersebut bisa mendeteksi keadaan lalu lintas sebelum dan saat berlangsung kecelakaan, juga setelah kejadian. Alat perekam ini mempunyai akurasi 99 persen dalam membuat sketsa TKP dengan hasil tiga dimensi untuk mengukur benturan hingga menyebabkan kecelakaan yang menyebabkan kematian termasuk jarak kendaraan serta kerusakan mobil.

Alat ini juga bia merekam gambar dan grafik sehingga terkumpul data keadaan lebih nyata.

"Nanti kita tunggu satu hari dua hari hasilnya upaya kita yang gunakan untuk menyakinkan hakim bahwa kejadiannya seperti ini," jelasnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, sambungnya, kecepatan bus HS Transport diperkirakan 70 sampai 80 km per jam sebelum benturan, lalu menabrak kendaraan lain akibat tidak berfungsinya rem.

Oleh sebab itu, kepolisian telah memanggil pihak perusahaan HS Transport karena lalai mengawasi armada mereka yang tidak laik jalan.

"Izin bisa dicabut, siapa yang nyuruh kenapa kendaraan sudah tahu tidak layak masih dioperasikan," jelas Dedy.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP