Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Reaksi Kadis Pertanian Disuruh Gibran Hadiri Acara Pariwisata

Reaksi Kadis Pertanian Disuruh Gibran Hadiri Acara Pariwisata Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Dinas Pertanian Kota Solo, Jawa Tengah, Aryo Widyandoko mengaku tidak tahu alasan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menunjuknya untuk menghadiri acara bertema pariwisata 'Mendorong Potensi Wisata melalui Pembiayaan Homestay', Selasa (23/3).

"Sebenarnya saya itu Kepala Dinas Pertanian. Tapi enggak tahu kok tiba-tiba Mas Gibran memberikan SK Plt ke saya. Mungkin waktu Pak Jokowi masih d isini saya banyak bantu beliau, jadi akhirnya tiba-tiba di-SK-in (dikasih SK) begitu saja," kata Aryo dalam acara tersebut.

Aryo mengatakan kehadirannya mewakili Gibran yang tidak bisa hadir lantaran sedang memimpin rapat percepatan pemulihan ekonomi.

Dalam paparannya, Aryo menjelaskan kengininannya agar aktivitas warga bisa kembali normal di masa pandemi saat ini.

"Kami berkeinginan agar carfreeday nanti bisa buka, walaupun sangat terbatas. Dan juga tempat tempat hiburan mulai akan dibuka, dan ini sedang dipersiapkan protokol protokolnya agar berjalan baik," terangnya.

Dia pun melontarkan gagasan terkait wacana kerja sama antara Kementerian Pariwisata dengan Pertanian dalam mengelola potensi daerah.

"Memang 10 tahun lalu saya ada di pariwisata, jadi sekretaris dinas. Begitu saya baca undangan dari ajudan, saya baca dan ternyata luar biasa ide ini, Pembiayaan ke home stay (tema diskusi). Jadi ini masuk ke desa, masuk ke masyarakat, dan impactnya kan luar biasa."

"Mungkin nanti bisa ada kerja sama antara Menteri Pariwisata dan Pertanian. Saya dulu kan masa kecil hidup di pinggir hutan. Dan saya masyarakat yang hidup di dekat hutannya pemerintah itu kebanyakan miskin. Sehingga jika perlu kementerian pariwisata diperlukan di sana," bebernya.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan teknologi finansial menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, karena syaratnya yang lebih mudah dan proses pencairan cepat.

"Kalau dari sisi pembiayaan kami ada tiga sektor, ada perbankan, dana masyarakat, dan teknologi finansial. Teknologi finansial ini menjadi salah satu alternatif, tanpa agunan dan proses lebih mudah tetapi ada laporan keuangan yang perlu diverifikasi," kata Subkoordinator Pembiayaan Teknologi Finansial Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Indriani D Laratu.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP