Razia kosan pekerja kafe, Satpol PP temukan 3 wanita positif HIV
Merdeka.com - Sebuah rumah yang merupakan kos-kosan karyawan pekerja seks komersial (PSK) kafe remang-remang yang berada di Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali digerebek Satpol PP Jembrana, Senin (29/9). Sidak ini dilaksanakan untuk mendata dan menghindari adanya penularan penyakit kelamin menular akibat pekerja seks komersial tersebut.
Dari aksi sidak ini, Satpol PP setidaknya mendapatkan tiga wanita penghibur yang teridentifikasi positif HIV/AIDS.
"Kami tidak mungkin lakukan sidak malam hari, karena mereka pasti sedang bekerja. Jadi saat jam istirahat, siang hari kami lakukan sidak," Papar Kasi Operasi dan Trantib Sat Pol PP Jembrana I Nyoman Gede Suda Asmara usai melakukan sidak, Senin (29/9).
Selain melakukan pemeriksaan kartu identitas, mereka juga diperiksa tes urin dan darah para pekerja tersebut. Ironisnya, dari hasil pemeriksaan ini ditemukan tiga wanita terjangkit virus HIV. "Untuk identitas, mohon maaf kami rahasiakan. Sesuai kode etik badan kesehatan dan perlindungan terhadap ohida," jelas Asmara.
Sidak yang dilakukan di sejumlah kosan pekerja kafe di wilayah Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan, setidaknya berhasil menjaring 15 wanita yang merupakan pekerja kafe atau wanita penghibur yang sebagian besar adalah wajah-wajah baru.
Dari semua yang terjaring, hanya Wiwin Inayati (27) yang bekerja sebagai waitrees di kafe Raden Delod Berawah, yang harus dipulangkan ke daerah asalnya di Jawa Timur lantaran sudah dua kali terjaring operasi kependudukan.
"Kita terpaksa memulangkan karena yang bersangkutan bandel dan tidak bersedia mengikuti aturan yang berlaku. Dia juga sudah dua kali terjaring operasi," terang Kasat Pol PP Pemkab Jembrana IGN Rai Budi, Senin (29/9).
Dia juga memastikan akan terus melakukan pemeriksaan terkait upaya antisipasi penularan HIV/AIDS di Jembrana, termasuk mengantisipasi masuknya kelompok ISIS. Bukan hanya itu, Karena sebagian besar yang terjaring dalam razia tersebut adalah pekerja hiburan malam di Delod Berah, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Pemkab Jembrana untuk melakukan konseling dan mereka yang berkenan dites VCT di Puskemas terdekat.
Sementara itu, Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Jembrana dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, bahwa dari beberapa kali Satpol PP melakukan operasi dan berhasil menjaring penduduk pendatang yang pekerjaannya beresiko terhadap penularan HIV/AIDS.
Dia mengaku bahwa pihaknya telah melakukan tes VCT atas kesadaran mereka yang terjaring. Hasilnya, ada satu orang wanita kafe di Delod Berawah diketahui positif HIV dan dua orang PSK di Batukarung, Sumbersari juga positif HIV. "Sayangnya mereka justru langsung dipulangkan, sehingga kami lepas pengawasan," Keluhnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya