Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rayakan malam tahun baru, TNI dan sipil saling adu meriam bambu

Rayakan malam tahun baru, TNI dan sipil saling adu meriam bambu Gladi Resik perang meriam bambu. ©2015 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Perang meriam antara masyarakat sipil dan TNI, dipastikan nanti malam pecah di tengah perayaan malam tahun baru, di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (31/12). Menjelang perang-perangan tersebut, kedua kubu mulai mempersiapkan diri.

Kubu TNI dikerahkan Yon Armed-9 Purwakarta. Pasukan disiagakan di sejumlah titik untuk menghadang pasukan sipil. Titik yang dijaga adalah sepanjang Jalan KK Singawinata gedung kembar, Bundaran patung Kereta Arjuna, dan lapangan Sahate Purwakarta.

Pemetaan sudah dilakukan TNI, mengantisipasi pendudukan oleh pasukan sipil, yang akan melakukan penyerangan dari arah Wanayasa. Begitu juga di pihak lawan, mereka mempersiapkan diri dengan menggalang kekuatan. Dari sipil penyerangan dipimpin Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Malam nanti kedua kubu dipastikan akan saling beradu kekuatan dalam peperangan, agar dapat mempertahankan daerah kekuasaan mereka. Dengan titik pertempuran terjadi di sekitar pusat kota Purwakarta.

gladi resik perang meriam bambu

Gladi Resik perang meriam bambu ©2015 Merdeka.com/Bram Salam

Namun demikian, peperangan yang akan terjadi bukanlah perang sungguhan. Tetapi salah satu rangkaian acara yang digelar dalam menyemarakkan perayaan malam tahun baru. Bahkan Meriam sebenarnya melainkan yang digunakan pun hanyalah meriam bambu.

"Kita sedang mempersiapkan kegiatan malam nanti. Jadi skenarionya pasukan yang saya pimpin dari masyarakat sipil akan melakukan penyerangan pasukan TNI dalam perang meriam bambu. Pusat kegiatannya di sini di lapangan Sahate," kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, saat ditemui dalam gladi resik.

Bupati Dedi juga memastikan jika acara akan berlangsung seru, pasalnya perayaan malam tahun baru tersebut terbilang unik, dan sebelumnya tidak pernah dilakukan.

"Dijamin seru, unik dan menarik. Ini pertama kali dilakukan," ujar Dedi.

Dalam peperangan tersebut, pasukan sipil akan membawa sedikitnya 216 meriam bambu (lodong), untuk menggempur kekuatan meriam lodong yang dikerahkan pihak TNI.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP